LEPASNEWS.COM BONE – Andre (25), pemilik toko tani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menyatakan akan melayangkan laporan resmi ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan.
Langkah ini diambil menyusul penilaiannya terhadap penanganan kasus dugaan pemerasan yang ia alami, yang dinilainya tidak berjalan optimal.
Andre merupakan korban pemerasan yang dilakukan oleh IPDA Arafat sebagai Kanit 4 Tim Indak Ditreskrimsus Polda Sulsel bersama Zamaruddin Solong serta rekan timnya April 2025 lalu.
Kepada awak media, Andre mengungkapkan bahwa sejak kasus tersebut ditangani oleh Bidang Pengamanan Internal (Paminal) Polda Sulsel, dirinya baru sekali dimintai keterangan. Hingga kini, ia belum memperoleh kejelasan mengenai perkembangan penyelidikan.
“Sampai saat ini belum ada kejelasan yang pasti. Tadi saya kembali berkomunikasi dengan penyidik, namun dijelaskan bahwa kasus masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).
Andre menegaskan bahwa ia mengantongi sejumlah bukti yang cukup kuat untuk menguatkan laporannya. Selain rekaman yang merekam saat dugaan pemerasan terjadi, ia juga menyatakan kesiapannya menghadirkan sejumlah saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut.
“Saya siap membawa saksi dan menyerahkan bukti berupa rekaman yang menunjukkan permintaan uang secara langsung,” tambahnya.
Lebih jauh Andre menyampaikan secara tegas jika beberapa hari kedepan tidak ada kejelasan terhadap kasus ini ” Saya siap melaporkan secara resmi kasus ini ke Propam Polri” Ucapnya kecewa
Sebelumnya diberitakan AD pemilik toko resah karena setelah menyerahkan uang 15 juta kepada rombongan lelaki mengaku dari Polda akan meminta jatah 2 juta perbulan.Kejadian tersebut diperkirakan bulan April 2025 lalu.
“Mereka menyodorkan kertas dan menyuruh saya bertanda tangan bahwa uang yang saya serahkan15 juta dan perjanjian jatah 2 juta perbulan tidak dipaksakan” ungkap AD korban pemerasan
“Kemarin kamis 27-Mei 2025 salah satu dari mereka menelpon dan akan meminta jatah yang 2 juta perbulan namun saya menolak karna saya masih suasana berduka bapak saya meninggal dunia ” jelas AD dengan nada sedih ( Rekaman voice Not)
AD Sebagai pemilik toko, dia mengaku mengenal nama beberapa orang dari pelaku.
“Ada berinisial MAR, mengaku sebagai kanit, ada juga ZS sebagai Anggota, Kami minta agar pelaku ditindak tegas, apakah mereka betul oknum polisi atau bukan, karena sudah meresahkan,” tambahnya.
Bukan hanya satu toko. Para pria yang mengaku sebagai anggota polisi tersebut diduga telah melakukan aksi yang sama di lima toko yang menjual produk pertanian di Kabupaten Bone.
“Sudah ada lima toko yang didatangi. Mereka membawa surat tugas dengan kop Polda Sulawesi Selatan, namun namanamanya ditulis tangan,” imbuhnya.











