LEPASNEWS.COM BONE – Dalam rangka memperingati 5 tahun perjalanan perjuangan Sompung Lolona Cenrana, terhitung sejak 29 Mei 2021 hingga 29 Mei 2026, komunitas ini kembali menegaskan jati dirinya sebagai gerakan yang lahir dari semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kecintaan mendalam terhadap kampung halaman.
Selama lima tahun perjalanan itu, Sompung Lolona Cenrana tumbuh bukan hanya sebagai wadah berkumpulnya pemuda dan masyarakat Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang terus memberi manfaat bagi daerah dan warga.
Nama Sompung Lolona sendiri memuat makna ikatan yang erat, persaudaraan yang kokoh, serta semangat untuk saling menopang dalam suka maupun duka.
Olehnya itu dari makna lahir ruh perjuangan yang terus hidup di tengah masyarakat Cenrana.
Komunitas ini hadir sebagai gerakan yang bukan sekadar menyatukan, tetapi juga menggerakkan. Dalam perjalanannya, Sompung Lolona Cenrana menempatkan diri sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat, terutama dalam menyuarakan aspirasi warga terhadap berbagai persoalan yang dirasakan di Cenrana.
Mereka tampil menyuarakan keprihatinan atas infrastruktur jalan yang rusak, dampak aktivitas tambang, serta berbagai tantangan sosial yang memerlukan perhatian bersama.
Keberanian untuk bersuara itu menunjukkan bahwa komunitas ini tidak hanya hidup dari semangat kebersamaan, tetapi juga dari kesadaran bahwa pengabdian kepada daerah menuntut keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas.
Di sisi lain, Sompung Lolona Cenrana juga menjaga denyut budaya lokal melalui berbagai kegiatan seni dan ekspresi kebudayaan. Salah satu jejak pentingnya terlihat dari pentas seni yang mereka gelar sebagai ruang ekspresi, ruang perjumpaan, sekaligus ruang kritik sosial.
Melalui kegiatan semacam itu, komunitas ini menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan juga kekuatan untuk merawat identitas dan menumbuhkan kesadaran kolektif.
Dalam pandangan mereka, perjuangan masyarakat tidak hanya ditujukan pada persoalan fisik dan administratif, tetapi juga pada upaya menjaga martabat, nilai, dan jati diri Cenrana sebagai ruang hidup yang berbudaya.
Perjalanan lima tahun Sompung Lolona Cenrana juga menorehkan jejak yang kuat dalam bidang kemanusiaan. Komunitas ini dikenal aktif membantu masyarakat Kecamatan Cenrana, khususnya warga yang terdampak bencana alam dan masyarakat berpenghasilan rendah yang masih kurang tersentuh perhatian pemerintah.
Dengan semangat gotong royong dan rasa empati yang tinggi, mereka hadir untuk meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Tidak berhenti pada gerak spontan, komunitas ini juga menjalin kerja sama dengan Baznas Kabupaten Bone untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran mereka di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup dan terus dijaga oleh anak-anak muda yang memilih untuk turun langsung membantu sesama.
Di bidang olahraga, Sompung Lolona Cenrana juga memainkan peranan yang sangat penting. Komunitas ini pernah menjadi sponsor utama Turnamen Sepak Bola Piala Kemerdekaan Pemuda Cenrana pada tahun 2024 dan 2025.
Turnamen tersebut digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT RI, sekaligus sebagai bentuk keprihatinan atas kurangnya perhatian pemerintah kecamatan terhadap olahraga, khususnya sepak bola.
Dukungan yang mereka berikan bukan hanya soal dana atau penyelenggaraan, tetapi juga soal semangat membangkitkan harapan anak-anak muda Cenrana agar memiliki ruang yang layak untuk menyalurkan bakat, mengasah kemampuan, dan menumbuhkan sportivitas.
Bagi Sompung Lolona Cenrana, olahraga bukan sekadar hiburan, melainkan jalan untuk membangun karakter, persaudaraan, dan kebanggaan masyarakat.
Turnamen Piala Kemerdekaan yang mereka dukung juga menjadi simbol kuat bahwa peringatan HUT RI dapat diisi dengan kegiatan yang bermakna bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan perhatian dan dukungan, komunitas ini berupaya menghadirkan pesta rakyat yang membangkitkan semangat kebersamaan dan menggairahkan kembali dunia olahraga di Cenrana.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa perjuangan Sompung Lolona Cenrana tidak berhenti pada kritik, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata yang memberi ruang bagi masa depan generasi muda.
Dalam konteks ini, mereka telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap olahraga adalah bagian dari kepedulian terhadap masa depan masyarakat itu sendiri.
Selain dalam bidang sosial, budaya, kemanusiaan, dan olahraga, Sompung Lolona Cenrana juga dikenal memiliki komitmen yang kuat dalam pemberantasan narkoba.
Dalam upaya ini, mereka bergandengan tangan dengan FORBES Anti Narkoba Bone sebagai bentuk kesadaran bahwa masa depan Cenrana dan Bone harus dijaga dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Peran mereka tidak berhenti pada seruan moral, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata berupa edukasi, penyuluhan, dan gerakan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Komunitas ini memahami bahwa narkoba adalah ancaman serius yang dapat merusak generasi muda, dan karena itu pencegahannya harus dilakukan sejak dini, secara terarah, dan dengan dukungan banyak pihak.
Bentuk peran nyata yang telah dilakukan antara lain penyuluhan narkoba di SMAN 26 Bone. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan FORBES Anti Narkoba Bone, Polres Bone, BNN, SMAN 26 Bone, dan Forkopincam Cenrana.
Kolaborasi lintas unsur ini memperlihatkan bahwa perjuangan melawan narkoba membutuhkan kerja sama yang luas dan kesadaran bersama. Melalui penyuluhan di lingkungan sekolah, Sompung Lolona Cenrana ikut menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa masa depan mereka harus dijaga dari bahaya narkoba.
Sekolah menjadi ruang strategis untuk membangun benteng kesadaran, karena dari sanalah generasi penerus bangsa dibentuk, diarahkan, dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan.
Langkah itu kemudian diperluas ke tengah masyarakat melalui penyuluhan narkoba di Desa Pallime bersama Forum Komunikasi Pemuda Pallime (FKPP) di Desa Pallime, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa gerakan mereka tidak bersifat seremonial atau sesaat, melainkan menyentuh akar-akar kehidupan masyarakat. Dengan melibatkan pemuda lokal dan unsur masyarakat setempat, Sompung Lolona Cenrana membangun kesadaran bersama bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kolektif.
Gerakan ini menjadi wujud nyata dari komitmen moral untuk menjaga anak-anak muda Cenrana agar tidak terjebak dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan pribadi, keluarga, dan daerah.
Seluruh perjuangan tersebut berpijak pada tiga tagline utama yang menjadi pegangan dan falsafah pergerakan Sompung Lolona Cenrana, yaitu: “Masseddiki situruu untu’ parakai Wanua Cenrana,” “Siwataa Limang Mappisau Tau Madodong,” dan “Pala Uragaé, Tebakke Tongengngé, Teccau Maégaé, Tessiéwa Situlaé.” Ketiga falsafah ini bukan sekadar ungkapan simbolik, melainkan arah nilai yang menuntun setiap langkah komunitas.
Di dalamnya tersimpan pesan tentang persatuan demi kemajuan wanua, semangat saling menolong, keteguhan pada kebenaran, penghormatan terhadap sesama, dan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat merusak harmoni sosial.
Dengan falsafah ini, Sompung Lolona Cenrana menegaskan bahwa gerakan mereka berdiri di atas nilai budaya Bugis yang luhur dan hidup dalam praktik nyata di tengah masyarakat.
Dalam konteks itulah, peringatan 5 tahun perjalanan perjuangan Sompung Lolona Cenrana, sejak 29 Mei 2021 hingga 29 Mei 2026, menjadi momentum penting untuk mengenang, meneguhkan, sekaligus melanjutkan pengabdian yang telah dilakukan.
Lima tahun bukan sekadar angka waktu, melainkan catatan perjuangan yang memuat kerja-kerja sosial, suara kepedulian, semangat kebersamaan, dan keberanian untuk hadir di tengah persoalan masyarakat. Peringatan ini menjadi refleksi bahwa perjalanan masih panjang, dan tugas pengabdian belum selesai.
Justru dari lima tahun itulah lahir semangat baru untuk melangkah lebih jauh, lebih kuat, dan lebih berdaya demi Cenrana yang lebih baik.
Di bawah kepemimpinan Irham Ihsan, SH., M.Si., Sompung Lolona Cenrana terus bertumbuh sebagai komunitas yang hadir di tengah masyarakat dengan semangat sosial yang kuat, nilai budaya yang luhur, serta komitmen yang nyata.
Kepemimpinan ini memberi arah agar komunitas tetap konsisten berada di jalur pengabdian, menjadi penyambung suara warga, penggerak solidaritas, dan penguat harapan.
Dari Cenrana, mereka menunjukkan bahwa gerakan yang lahir dari hati, dipupuk oleh kebersamaan, dan dijaga oleh nilai budaya, dapat menjadi kekuatan besar bagi kemajuan daerah dan keselamatan generasi.
Sompung Lolona Cenrana bukan hanya nama komunitas, melainkan simbol perjuangan masyarakat Cenrana dalam menjaga persaudaraan, menegakkan kepedulian, dan merawat masa depan.(*)










