LEPASNEWS.COM BONE – Proses penjaringan bakal calon Rektor IAIN Bone periode 2026–2030 resmi dimulai dan langsung menyedot perhatian civitas akademika.
Dinamika pemilihan pimpinan perguruan tinggi keagamaan Negeri ini dinilai strategis karena akan menentukan arah pengembangan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone dalam lima tahun ke depan.
Salah satu figur yang menyatakan kesiapan maju sebagai bakal calon rektor adalah Dr. Rahmatunnair, S.Ag., M.Ag.
Kehadirannya dalam bursa calon pimpinan kampus tersebut menjadi sorotan karena membawa gagasan kepemimpinan yang menekankan nilai kearifan lokal dan penguatan karakter institusi pendidikan tinggi Islam.
Dr. Rahmatunnair menegaskan bahwa keputusannya maju bukan didorong ambisi pribadi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas aspirasi yang berkembang di lingkungan Civitas akademika.
Ia menyebut dorongan tersebut mencerminkan harapan akan kepemimpinan kampus yang kuat secara tata kelola, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era modern.
“Pencalonan ini bukan tentang posisi, tetapi tentang amanah. Saya hadir untuk menjawab harapan agar IAIN Bone terus bergerak menjadi kampus yang unggul, berakar pada nilai, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Rahmatunnair dalam keterangannya.
Dalam kerangka kepemimpinannya, Dr. Rahmatunnair mengusung konsep yang memadukan profesionalisme, nilai keislaman, dan kearifan lokal Bugis.
IAIN Bone tidak hanya membutuhkan pemimpin yang kuat secara akademik, tetapi juga yang mampu menjaga nilai etika, kejujuran, dan keteladanan.
“Prinsip Pengadereng selaras dengan nilai-nilai Islam dan sangat kontekstual untuk diterapkan dalam kepemimpinan kampus,” ujarnya.
Pengadereng sebagai sistem nilai dan kearifan lokal masyarakat Bugis menjadi landasan moral dan etika dalam kepemimpinannya.
Nilai-nilai seperti ade’ (adat), bicara (hukum), rapang (keteladanan), wari’ (tata sosial), dan sara’ (nilai keislaman) dinilai relevan untuk membangun tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas dan berkeadilan.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan tridarma perguruan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola institusi yang transparan dan partisipatif.
Menurutnya, kepemimpinan yang berpijak pada kearifan lokal akan memperkuat identitas IAIN Bone sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman yang moderat dan berakar pada budaya.
Konsep Pangadereng, yang merepresentasikan nilai keadilan, etika, dan kemanusiaan dalam budaya lokal, diangkat sebagai fondasi utama dalam tata kelola kampus.
Nilai ini diharapkan mampu mewarnai sistem manajemen, proses pembelajaran, hingga pengembangan sumber daya manusia di lingkungan IAIN Bone.
Berdasarkan gagasan tersebut, Dr. Rahmatunnair merumuskan visi kepemimpinan, yakni Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Berbasis Pangadereng yang Unggul dan Humanis.
“Visi ini diarahkan untuk memperkuat daya saing institusi sekaligus menjaga identitas budaya dan nilai keislaman.” lanjutnya.
Untuk mewujudkannya, ia menawarkan sejumlah misi strategis, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kearifan lokal, serta penerapan tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel.
Selain itu, pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional, serta peningkatan reputasi akademik menjadi bagian penting dari agenda kepemimpinan yang ditawarkan.
Pencalonan Dr. Rahmatunnair mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi IAIN Bone yang menilai pendekatan berbasis nilai lokal relevan dengan kebutuhan penguatan karakter institusi.
Proses penjaringan bakal calon rektor sendiri dilaksanakan secara terbuka dan objektif oleh panitia, dengan harapan mampu melahirkan pemimpin terbaik bagi masa depan IAIN Bone
Dengan mendaftar sebagai calon rektor, Dr. Rahmatunnair berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan IAIN Bone, sekaligus menghadirkan kepemimpinan yang mengedepankan nilai keilmuan, keislaman, dan kearifan lokal melalui spirit Pengadereng.(*)








