Ketua Forbes Anti Narkoba Cenrana Serukan Pemkab Bone Bentuk Satgas hingga Tingkat Desa: Peredaran Narkoba Harus Dilawan Bersama

Berita, Daerah, Opini4 Dilihat

Oleh: Irham Ihsan

Ketua Forbes Anti Narkoba Cenrana

LEPASNEWS.COM.BONE – Ketua Forbes Anti Narkoba Kecamatan Cenrana, Irham Ihsan, menyerukan kepada Pemerintah Kabupaten Bone dan seluruh elemen masyarakat agar memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran narkotika secara terencana, berkelanjutan, dan menyentuh hingga tingkat desa.

Dalam seruannya, Irham menegaskan bahwa narkoba bukan semata-mata persoalan wilayah tertentu, melainkan ancaman jaringan kejahatan yang dapat bergerak secara tersembunyi dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Menurutnya, anggapan bahwa suatu daerah aman hanya karena tidak dikenal sebagai kawasan rawan narkoba dapat melemahkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman narkotika.

“Narkoba bukan soal wilayah, melainkan jaringan yang harus diputus bersama,” tegas Irham Ihsan dalam seruan tertulisnya.

Pemkab Bone Diminta Memperkuat Langkah Pencegahan

Irham menilai, pemberantasan narkoba tidak boleh hanya berfokus pada penindakan setelah kejahatan terjadi. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dan masyarakat perlu membangun sistem pencegahan yang mampu mendeteksi ancaman sejak dini.

Ia mengingatkan bahwa peredaran narkotika dapat berpindah tempat, memanfaatkan hubungan sosial, serta menyasar generasi muda melalui lingkungan pergaulan dan berbagai bentuk bujuk rayu.

Karena itu, menurutnya, tidak adanya suatu kawasan yang secara resmi dikenal sebagai “kampung narkoba” bukan jaminan bahwa wilayah tersebut terbebas dari ancaman peredaran narkotika.

“Jangan menunggu sebuah lingkungan dicap sebagai kawasan rawan narkoba untuk mulai bertindak. Kewaspadaan harus dibangun di seluruh wilayah, tanpa menuduh siapa pun hanya berdasarkan rumor,” demikian pesan yang disampaikan Irham.

Satgas P4GN Diminta Bergerak Cepat hingga Desa

Salah satu poin penting dalam seruan tersebut adalah keberadaan Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang disebut telah dibentuk dan dilantik oleh Bupati Bone.

Irham berharap satgas tersebut segera bergerak secara proaktif dengan menyusun langkah kerja yang terukur dan melibatkan seluruh unsur terkait.

Ia secara khusus mendorong pembentukan satuan tugas atau mekanisme kerja pencegahan narkoba hingga tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, upaya pemberantasan tidak akan berjalan maksimal apabila koordinasi hanya terpusat di tingkat kabupaten.

“Langkah awal yang mendesak adalah membentuk satgas di tingkat desa. Perlawanan terhadap narkoba tidak akan maksimal jika hanya berhenti di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Selain pembentukan satgas di tingkat desa, Irham juga meminta Pemerintah Kabupaten Bone segera menyusun dan menetapkan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas.

SOP tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pencegahan, penyampaian informasi, koordinasi lintas sektor, penanganan laporan, hingga evaluasi program secara berkala.

Dengan adanya mekanisme kerja yang jelas, setiap pihak diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga program pemberantasan narkoba tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Dugaan Aliran Dana Harus Diusut Berdasarkan Bukti

Dalam seruannya, Irham turut menyoroti pentingnya mengungkap jaringan peredaran narkotika secara menyeluruh, termasuk sumber pasokan, hubungan antarpelaku, aliran dana, serta pihak-pihak yang terbukti membantu atau melindungi aktivitas ilegal tersebut.

Apabila terdapat dugaan penggunaan uang untuk memengaruhi pihak tertentu atau menghambat proses penegakan hukum, ia meminta agar dugaan tersebut ditindaklanjuti secara profesional berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, Irham menekankan bahwa setiap dugaan harus tetap ditempatkan sebagai dugaan sampai terdapat bukti yang sah.

Menurutnya, pemberantasan narkoba harus berjalan beriringan dengan integritas aparat, transparansi, dan penegakan hukum yang adil tanpa memandang latar belakang maupun pengaruh seseorang.

Ia juga menilai bahwa penelusuran aset dan penerapan ketentuan tindak pidana pencucian uang dapat menjadi instrumen penting apabila unsur hukumnya terpenuhi.

Libatkan Keluarga, Sekolah, Tokoh Agama, dan Masyarakat

Irham menegaskan bahwa tanggung jawab memberantas narkoba tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada kepolisian maupun lembaga terkait.

Pemerintah daerah, kepolisian, BNN sesuai kewenangannya, pemerintah desa, tenaga kesehatan, sekolah, tokoh agama, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, serta keluarga harus membangun kerja sama yang berkesinambungan.

Ia mendorong agar edukasi bahaya narkotika dilakukan secara rutin di sekolah, lingkungan keluarga, rumah ibadah, dan ruang pergaulan masyarakat.

Generasi muda, kata dia, tidak cukup hanya diberikan larangan. Mereka juga membutuhkan pendidikan yang baik, kesempatan mengembangkan potensi, ruang kegiatan produktif, lingkungan pergaulan yang sehat, serta dukungan keluarga.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memiliki saluran komunikasi yang aman untuk menyampaikan informasi mengenai dugaan peredaran narkoba kepada pihak berwenang.

Pelaporan tersebut harus dilakukan melalui jalur yang benar, tanpa tindakan main hakim sendiri maupun penyebaran tuduhan yang belum terbukti.

Irham turut menekankan pentingnya akses asesmen, pelayanan kesehatan, rehabilitasi, dan pendampingan bagi orang yang membutuhkan pertolongan akibat penyalahgunaan narkotika sesuai ketentuan yang berlaku.

Nilai Siri’ na Passe Menjadi Landasan Kepedulian

Sebagai bagian dari masyarakat Bone, Irham mengajak seluruh elemen untuk menjadikan nilai kearifan lokal Siri’ na Passe sebagai landasan membangun kepedulian sosial dan menjaga masa depan generasi muda.

Menurutnya, menjaga kehormatan bukan berarti menutupi persoalan demi nama baik keluarga atau lingkungan. Sebaliknya, keberanian moral ditunjukkan dengan menghadapi ancaman secara bijaksana, melaporkan dugaan kejahatan melalui jalur hukum, serta membantu mereka yang membutuhkan pemulihan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan stigma kepada orang yang sedang berupaya pulih dari penyalahgunaan narkotika.

Baginya, lingkungan sosial yang sehat harus mampu melindungi generasi muda sekaligus membuka kesempatan bagi mereka yang ingin memperbaiki kehidupan.

Pemberantasan Narkoba Harus Terukur dan Berkelanjutan

Lebih lanjut, Irham berharap keberhasilan program pemberantasan narkoba di Kabupaten Bone tidak hanya diukur berdasarkan jumlah kegiatan sosialisasi atau banyaknya peserta yang hadir.

Evaluasi, menurutnya, perlu mencakup jangkauan edukasi, tindak lanjut laporan masyarakat, akses rehabilitasi, keterlibatan warga, serta perkembangan indikator penyalahgunaan dan peredaran narkotika berdasarkan data yang dapat dipercaya.

Dengan evaluasi yang terukur, pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat mengetahui sejauh mana program berjalan dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Sebagai Ketua Forbes Anti Narkoba Cenrana, Irham menegaskan bahwa gerakan melawan narkoba membutuhkan keberanian, konsistensi, dan kerja nyata dari semua pihak.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bone menjadikan pencegahan dan pemberantasan narkotika sebagai agenda berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat ketika suatu kasus menjadi perhatian publik.

“Keberhasilan melawan narkoba tidak semata-mata ditentukan oleh berapa banyak pelaku yang ditangkap, tetapi juga oleh kemampuan kita memutus jaringan kejahatan, mencegah korban baru, memulihkan mereka yang terdampak, dan menjaga masa depan generasi berikutnya,” demikian pesan Irham.

Ia pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa menciptakan kepanikan, mendukung penegakan hukum berdasarkan bukti, serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan masing-masing.

Pada akhirnya, Irham berharap seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dapat bersatu menjaga Kabupaten Bone dari ancaman narkotika.

“Bone tidak boleh menyerah pada ancaman narkoba. Masa depan generasi muda terlalu berharga untuk dipertaruhkan,” tutupnya.

Ia juga berharap Allah SWT senantiasa melindungi masyarakat Kabupaten Bone dan seluruh bangsa Indonesia dari bahaya narkotika serta memberikan kekuatan kepada semua pihak yang berjuang menjaga keselamatan dan masa depan generasi.(*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *