
LEPASNEWS.COM BONE – Tidak menunggu waktu lama satuan Intelkam Polres Bone dalam proses penangkapan 5 orang Pelaku penculikan anak pelajar SMP di Desa Abbanuang, aksi kejar kejarapun tak terhindarkan dilokasi penangkapan Senin (14/07/2025) lalu
Atas peristiwa tersebut pemerintah Kabupaten Bone memberi penghargaan serta apresiasi kepada satuan Intelkam polres Bone.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Mapolres Bone, Jalan Yos Sudarso, Selasa (22/7/2025) yang diserahkan oleh Wakil Bupati Bone didampingi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bone serta Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Bone.
Hadiah tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhy.
Pemberian penghargaan ini pantas diterima Sat Intelkam Polres Bone, pengungkapan kasus ini tak main-main dan tidak menunggu lama.
Kasat Intelkam Polres Bone, AKP Syafriadi memaparkan, saat menerima informasi kasus penculikan anak itu pada pukul 13.30 Wita, pihaknya mengungkap kasus itu sekira pukul 16.00 Wita.
“Bermodal informasi yang kami gali di lokasi kejadian, kami mengikuti jejak pelaku yang berjumlah empat laki-laki dan satu perempuan,” ungkap AKP Syafriadi kepada media Selasa (22/7/2025).
Ia mengungkapkan, pelaku sempat mengganti plat kendaraan (mobil) yang dipakai para pelaku.
“Tapi kami telah kantongi ciri-ciri mobil yang digunakan pelaku. Nah, saat di Kelurahan Taretta, Kecamatan Amali. Pelaku sempat lari, namun dikejar dan diadang. Pelaku sempat berniat melakukan perlawanan namun diberi tembakan peringatan,” bebernya.
Lebih jauh, kata AKP Syafriadi, pihaknya menelusuri keberadaan korban.
“Kami menemukan korban di Desa Cinnong, Kecamatan Ulaweng diselamatkan oleh Rustam. Jadi begini, pelaku utama ingin menikahi paksa korban di Desa Benteng Tellue, ketika pak Imam Desa datang, korban menangis dan mengaku dipaksa hingga akhirnya pernikahan itu batal,” ungkapnya.
“Lalu pemilik rumah (Rustam) yang ingin ditempati menikah itu, menyembunyikan korban berniat ingin menyelamatkan korban. Para pelaku juga sudah urung-urungan karena mengetahui posisinya dalam pengejaran. Akhirlrnya pernikahan batal, para pelaku lari,” sambungnya.
AKP Syafriadi menambahkan, korban pun nerhasil diselamatkan, dan pelaku diamankan bersama sejumlah senjata tajam yang dibawa pelaku.
Dari hasil penelusuran awak media otak pelaku penculikan ini merupakan tokoh masyarakat bahkan disebut jago silat dan di segani di kampungnya. Karena cinta mati terhadap korban, pelaku yang bernama Sinring berumur 60 tahun ini mencoba melamar korban yang berumur 14 tahun tapi ditolak, dan pelaku nekat menculiknya.
Diberitakan sebelumnya Viralnya pemberitaan penangkapan 5 orang diduga melakukan penculikan terhadap seorang perempuan yang masih duduk dibangku SMP kini ditangani pihak kepolisian dan pelaku sudah ditahan di Mapolres Bone untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya Selasa 15/07/2025.
Pelajar SMP perempuan berinisial NA 14 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi korban penculikan oleh tetangganya sendiri lelaki SR 60. Pelaku menculik korban lantaran lamarannya ditolak.
“Menurut pengakuan pelaku utama SR dia suka sama korban. Pelaku pernah ditolak oleh keluarganya makanya diculik,” ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan kepada awak media , Selasa 15/7/2025.
Alvin mengatakan, pelaku ini sering berkunjung ke rumah korban. Bahkan sudah menyatakan untuk melamar, hanya saja tidak digubris lamarannya.
“Infonya begitu (sudah datang melamar). Pernah beberapa kali datang ke rumah orang tuanya dan ngasih sesuatu juga,” katanya.








