Diskusi Santai Penggiat Budaya Bone dan DPRD Bahas Penguatan Pelestarian Budaya Daerah

LEPASNEWS.COM BONE – Sejumlah penggiat budaya menggelar diskusi bersama Anggota DPRD  Kabupaten Bone guna membahas upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Kegiatan tersebut berlangsung di rumah Jabatan Ketua DPRD Bone yang dihadiri oleh wakil ketua DPRD , ketua Komisi IV dan Anggota DPRD dan dihadiri perwakilan komunitas seni, tokoh adat, serta organisasi Budaya di jalan makmur Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone Rabu (11/02/2026) pukul 20.00 wita Sampai dengan pukul 23.00 Wita

Dalam diskusi tersebut, para penggiat budaya menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari keterbatasan anggaran kegiatan seni, kurangnya ruang ekspresi bagi seniman muda, hingga perlunya adanya gedung dewan kesenian.

Salah satu penggiat budaya, Andi Mantra Bumi menegaskan bahwa budaya merupakan identitas sekaligus potensi ekonomi daerah.

“Budaya bukan hanya warisan leluhur yang harus dijaga, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi melalui sektor pariwisata dan industri kreatif. Karena itu, kami berharap ada dukungan kebijakan yang lebih konkret,” ujarnya.

Ketua DPRD Andi Tenri Walinonong menyampaikan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda.

Budaya adalah identitas dan jati diri bangsa yang harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

DPRD berkomitmen untuk mendukung kebijakan serta program pemerintah daerah dalam upaya pelestarian budaya, baik melalui dukungan anggaran, regulasi, maupun pengawasan pelaksanaannya.

Bentuk dukungan tersebut dapat berupa penguatan sanggar seni, perlindungan cagar budaya, pengembangan festival budaya, serta integrasi muatan lokal dalam pendidikan.

Selain itu, Ketua DPRD juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga dan mempromosikan budaya daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan arus globalisasi.

Inovasi dalam mengemas budaya secara kreatif juga dinilai penting agar tetap relevan dan diminati generasi muda.

Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga tradisi masa lalu, tetapi juga membangun kebanggaan daerah dan memperkuat persatuan masyarakat.

Ditempat yang sama Anggota DPRD Andi Muhammad Salam Ketua Komisi IV menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi tersebut melalui fungsi legislasi dan penganggaran.

“Kami membuka ruang kolaborasi, termasuk kemungkinan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pelestarian Budaya. Namun, kami juga membutuhkan data dan kajian dari komunitas agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran,” katanya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah usulan, seperti pembentukan pusat kegiatan seni, digitalisasi arsip budaya, serta integrasi muatan budaya lokal dalam pendidikan formal.

Tokoh pemuda dan budaya Dr. H.Andi Singke Rukka sebagai inisiator diskusi santai ini menyampaikan harapan agar diskusi seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

forum diskusi semacam ini sangat penting sebagai ruang bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan solusi bersama

‘Ia menegaskan bahwa pembahasan tidak hanya terbatas pada isu pelestarian budaya, tetapi juga perlu diperluas pada berbagai persoalan sosial yang berkembang di daerah” jelasnya

Lebih jauh menyampaikan Kondisi sosial masyarakat dinilai perlu dikaji dan dibahas secara mendalam dalam forum diskusi yang terbuka, partisipatif, dan konstruktif.

“Dengan adanya diskusi rutin, diharapkan tercipta sinergi antara pemuda, penggiat budaya, pemerintah daerah, dan DPRD dalam membangun daerah yang lebih maju, berkarakter, dan berdaya saing” sambungya

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas budaya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus mendorong inovasi di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *