
LEPASNEWS.COM BONE—Kopri PMII Cabang Bone Mengadakan Sosialisasi Edukasi Pubertas untuk Siswi SD dengan tema: “Mengenal Tubuhku, Menyayangi Diriku”
Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Cabang Bone mengadakan rangkaian sosialisasi kesehatan reproduksi dan pubertas bagi siswi di 13 Sekolah Dasar (SD) perempuan. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya mendorong kesadaran dini tentang perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang dialami anak perempuan menjelang remaja.
Ketua Kopri PC PMII Bone, dalam sambutannya, menegaskan bahwa masa pubertas merupakan fase penting dalam pertumbuhan seorang anak perempuan. Menurutnya, pemahaman tentang tubuh sendiri dan perubahan yang terjadi bisa menjadi fondasi penting bagi rasa percaya diri dan penghargaan diri.
“Kami ingin anak-anak perempuan di Bone tidak takut atau malu terhadap perubahan tubuhnya. Mereka harus tahu bahwa itu normal dan alami,” ujar Nurul
Kegiatan ini juga dipandang sebagai bentuk tanggung jawab sosial organisasi mahasiswa untuk mendukung pendidikan karakter dan kesehatan reproduksi generasi muda.
Edukasi semacam ini sejalan dengan modul kesehatan reproduksi remaja yang disusun oleh lembaga pendidikan dan kesehatan.
Sosialisasi dilakukan dalam format penyampaian langsung di masing-masing SD, dengan metode interaktif berupa diskusi kelompok kecil, dan sesi tanyajawab.
Materi disampaikan oleh para pengurus Kopri cabang Bone dan beberapa anggota Kopri Komisariat se Kab. Bone. Dalam kegiatan ini Kopri Cabang Bone membagikan buku saku yang berisi informasi mulai dari pengenalan tubuh perempuan sampai pada tata cara melakukan bersuci.
Para siswi menyambut antusias kegiatan ini. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan seputar menstruasi, kebersihan tubuh, dan bagaimana menghadapi rasa canggung saat perubahan muncul.
Beberapa guru juga menyatakan apresiasi tinggi atas inisiatif Kopri Bone, karena edukasi pubertas masih sangat minim di banyak sekolah dasar di daerah mereka.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi lebih percaya diri dan tidak khawatir jika tubuhnya berubah,” kata salah satu guru yang juga ikut mendampingi sosialisasi ini
Kopri PMII Bone berharap sosialisasi ini bisa menjadi program berkelanjutan dan diperluas ke lebih banyak sekolah, bahkan hingga ke jenjang SMP.
Mereka juga ingin menggandeng lembaga lokal seperti dinas kesehatan dan dinas pendidikan agar edukasi pubertas bisa menjadi bagian rutin dari kurikulum ekstrakurikuler atau kegiatan sekolah.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pubertas, Kopri menargetkan terciptanya generasi perempuan di Bone yang lebih sadar, bertanggung jawab, dan mencintai diri sendiri, sebuah pondasi penting untuk tumbuh menjadi pemudi yang sehat, berdaya, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Sekolah Dasar yang mendapatkan Sosialisasi Masa Pubertas pada Anak Perempuan.
1. SDN 23 Jeppe’e
2. SDN 26 Watangpalakka
3. SDN 10 Manurungge
4. SDN 13 Biru
5. SDN 14 Biru
6. SDN 3 Ta
7. SDN 1 Watampone
8. SDN 2 Manurungnge
9. SD Inpres 12/79 Biru I
10. SD Inpres 12/79 Biru II
11. SD Inpres 6/75 Manurungge
12. SD Inpres 12/79 Watampone
13. SD Inpres 4/82 Biru
Salah satu apresiasi datang dari Kepala SDN 13 Biru, Bapak Nur Hadi, yang menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini
“Kegiatan edukasi seperti ini patut kami apresiasi karena akan memberikan bekal kepada anak-anak kami. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih jauh jangkauannya dan akan ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.
Adapun yang membawakan materi kegiatan tersebut Materi edukasi disampaikan oleh pengurus KOPRI tingkat cabang dan komisariat yakni,
– Siti Nurul Aina Safika – Ketua KOPRI Cabang Bone
– Eviadriani – Ketua Kaderisasi KOPRI Cabang
– Adriana – Sekretaris Umum KOPRI Cabang
– Eka Paramita – Koordinator Biro Pendidikan dan Riset
– Rika Afrinia – Sekretaris Biro Pendidikan dan Riset.











