Lawan Peredaran Narkoba, PKBM FP2AI dan FORBES Anti Narkoba Menjadi Ruang Sinergi Antara Pendidikan dan Kesadaran  

Berita, Daerah, Pendidikan247 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE- Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Kamis (6/11/2025)

Forbes Anti Narkoba hadir di Wisma Nasional, Jalan Masjid No. 86, Kota Watampone, dalam kegiatan Sosialisasi Anti Narkoba yang diinisiasi oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Forum Pemerhati Anak Indonesia (PKBM FP2AI) Kabupaten Bone.

Kegiatan edukatif ini diikuti oleh puluhan peserta didik dari berbagai cabang PKBM FP2AI di Bone.

Lembaga pendidikan nonformal yang kini menaungi sekitar 640 peserta didik itu bertekad menanamkan nilai-nilai kehidupan positif, salah satunya dengan memperkuat kesadaran bahaya narkoba sejak dini.

Kepala PKBM FP2AI Bone, Masnawati, SH, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini bukan yang pertama, namun kali ini terasa istimewa karena dihadiri oleh para pejuang anti narkoba yang telah lama aktif di lapangan.

“Pelatihan seperti ini sudah sering kami lakukan. Tapi kami ingin anak-anak kami mendapatkan pengalaman langsung dari orang-orang yang benar-benar berjuang melawan narkoba, makanya kami undang Forbes,” ujar Masnawati.

Dalam kesempatan itu, Ketua Forbes Anti Narkoba Bone, Andi Singkeru Rukka, tampil dengan semangat membara. Ia mengajak para peserta untuk menjadi bagian dari “perang proksi” melawan narkoba—perang di era digital yang bisa dimulai dari kesadaran diri dan pengaruh di dunia maya.

“Tidak ada alasan untuk tidak peduli. Narkoba merusak semuanya—masa depan, keluarga, dan bangsa. Ayo anak-anakku, suarakan di media sosial kalian, di lingkungan kalian: kita perangi narkoba bersama!” seru Andi Singkeru Rukka, disambut tepuk tangan para peserta.

Suasana semakin haru ketika Ketua 1 Forbes Bone, Syamsuddin, membagikan kisah hidupnya. Dengan suara bergetar, ia menceritakan masa kelam saat terjerumus dalam dunia gelap narkoba, sebelum akhirnya berhasil bangkit dan menjadi aktivis anti narkoba.

“Saya pernah berada di titik paling rendah. Hidup saya hampir hancur karena narkoba. Tapi saya bangkit. Dan saya tidak ingin ada lagi anak muda yang mengalami hal yang sama,” tutur Syamsuddin, yang kini dikenal sebagai inspirator bagi banyak mantan pecandu di Bone.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang penuh antusiasme. Para peserta terlihat bersemangat, banyak yang mengajukan pertanyaan dan menyatakan tekad untuk ikut menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Melalui kegiatan seperti ini, PKBM FP2AI dan Forbes Anti Narkoba Bone berharap lahir generasi muda Bone yang berani berkata “tidak” pada narkoba—tidak hanya dengan kata-kata, tapi juga dengan tindakan nyata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *