LEPASNEWS.COM BONE – Syiar Zakat dan Perlawanan terhadap Narkoba akan Menggema di Tengah Masyarakat kabupaten Bone. Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang tak pernah benar-benar sunyi, harapan kembali disemai.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bone akan menggandeng Forbes Anti Narkoba dalam sebuah kolaborasi yang tak sekadar kegiatan sosial, melainkan gerakan moral menyalakan cahaya di antara bayang-bayang persoalan umat.
Nilai spiritual dan kesadaran sosial. Zakat, yang kerap dipandang sebatas kewajiban, dihadirkan sebagai denyut kehidupan mengalir dari tangan yang mampu menuju mereka yang membutuhkan, menguatkan harapan yang nyaris redup
.Di saat yang sama, ancaman narkoba bukan hanya sebagai pelanggaran hukum, tetapi sebagai luka sosial yang perlahan menggerus masa depan generasi.
Zakat adalah jembatan kepedulian, sementara melawan narkoba adalah ikhtiar menjaga kehidupan menggugah kesadaran.
Begitupun Bahwa setiap rupiah zakat yang ditunaikan adalah doa yang berjalan. Dan setiap langkah menjauhi narkoba adalah ikrar menjaga diri, keluarga, dan negeri.
Rencana kegiatan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya terpadu dalam menangani persoalan sosial, khususnya kemiskinan dan penyalahgunaan narkotika yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi tersebut, BAZNAS ingin memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
“Zakat memiliki potensi besar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi ini, kami juga ingin mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga generasi muda dari ancaman narkoba,” ujar perwakilan BAZNAS.
Dalam kegiatan yang direncanakan, BAZNAS akan memberikan pemahaman mengenai kewajiban zakat, manfaatnya bagi masyarakat, serta program-program pendistribusian yang telah berjalan.
Sementara itu, Forbes anti narkoba akan menyampaikan materi terkait dampak buruk narkoba dari sisi kesehatan, sosial, hingga hukum.
Sosialisasi ini nantinya akan menyasar berbagai kalangan, mulai pemuda, hingga masyarakat umum, dengan harapan dapat membangun kesadaran kolektif dan memperkuat peran masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga direncanakan akan dilengkapi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab agar peserta dapat memahami topik secara lebih mendalam.
Melalui rencana kolaborasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara lembaga keagamaan dan organisasi sosial dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan bebas dari narkoba.










