LEPASNEWS.COM.BONE – Ketegangan menyelimuti warga Desa Masenrengpulu, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seekor buaya muara sepanjang sekitar tiga meter akhirnya berhasil ditangkap warga setelah berulang kali muncul di sungai yang berada di dekat permukiman. Namun, rasa lega itu belum sepenuhnya hadir. Senin 13/07/2026
Selain itu warga meyakini masih ada seekor buaya lain yang berukuran lebih besar dan diduga masih berkeliaran di aliran sungai tersebut.
Selama berminggu-minggu, kemunculan buaya itu menjadi cerita yang terus diperbincangkan masyarakat. Dari mulut ke mulut, kisah tentang “penunggu sungai” kembali hidup, mengingatkan warga pada cerita rakyat lama yang menyebut sungai sebagai wilayah kekuasaan predator yang tak mudah ditaklukkan.
Setiap riak air yang memecah keheningan pagi dan senja membuat warga memilih menjauh demi keselamatan.
Kekhawatiran semakin memuncak karena buaya yang diketahui berjenis kelamin betina itu kerap terlihat pada pagi dan sore hari, waktu di mana masyarakat biasa mencuci, memancing, maupun mengambil air di sekitar sungai. Orang tua pun mulai melarang anak-anak bermain di bantaran sungai karena khawatir menjadi korban serangan.
Merasa keselamatan warga semakin terancam, masyarakat akhirnya bergotong royong menyusun strategi untuk menangkap satwa predator tersebut.
Setelah proses yang berlangsung menegangkan, buaya berhasil dilumpuhkan dalam keadaan hidup.
Agar tidak membahayakan warga, kaki dan rahang buaya segera diikat sebelum dipindahkan ke sebuah kolam milik warga sebagai lokasi penampungan sementara sambil menunggu penanganan dari instansi berwenang.
Salah seorang warga, Rudi, mengatakan penangkapan buaya itu belum mengakhiri ancaman yang menghantui masyarakat.
Menurutnya, warga menduga buaya tersebut memiliki pasangan yang berukuran jauh lebih besar.
“Kami menduga buaya ini memiliki pasangan. Yang satunya lagi lebih besar dan sampai sekarang masih sering terlihat di sungai,” ujar Rudi.
Dugaan itu membuat warga tetap dihantui rasa waswas. Cerita tentang sosok buaya besar yang sesekali muncul di permukaan air kembali menjadi perbincangan.
Meski belum dapat dipastikan secara ilmiah, warga memilih tetap waspada hingga ada pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Buaya yang kini berada di kolam penampungan sementara juga menarik perhatian masyarakat. Puluhan warga berdatangan untuk melihat dari jarak aman, sementara aparat dan tokoh masyarakat terus mengingatkan agar tidak mendekati satwa liar tersebut demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengevakuasi buaya tersebut ke lokasi penangkaran atau habitat yang lebih sesuai. Selain itu, mereka meminta dilakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai guna memastikan apakah benar masih ada buaya lain yang berkeliaran.
Hingga kondisi dinyatakan aman, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di sekitar sungai, terutama pada pagi dan sore hari, serta meningkatkan kewaspadaan demi menghindari potensi serangan satwa liar tersebut.(*)








