LEPASNEWS.COM BONE – Di balik lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari mimbar-mimbar masjid, tersimpan amanah besar yang dipikul seorang imam. Bukan sekadar memimpin saf salat, tetapi menjadi pelita yang menerangi hati umat, penjaga akhlak masyarakat, sekaligus pewaris risalah yang menuntun manusia menuju jalan kebaikan.
Semangat itulah yang terasa begitu kuat dalam Seminar Internasional Holistic Tahsinul Qiraah dengan pendekatan Metode Tasbih yang digelar di Aula Masjid Agung Al Markaz Al-Ma’arif Kabupaten Bone, Sabtu (11/7/2026).
Ratusan imam masjid dari berbagai penjuru Kabupaten Bone memadati ruangan seminar, menunjukkan besarnya tekad untuk terus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kapasitas diri sebagai pembina umat.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya, Andi Akmal menyampaikan pesan yang menyentuh. Menurutnya, kemuliaan seorang imam tidak pernah diukur dari banyaknya makmum yang berdiri di belakangnya, melainkan dari keikhlasan dalam memikul amanah untuk membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.
“Imam masjid adalah cahaya bagi umat. Dari lisannya lahir nasihat, dari bacaan Al-Qur’annya tumbuh ketenangan, dan dari keteladanannya masyarakat belajar tentang akhlak,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa imam masjid memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun kehidupan keagamaan. Karena itu, peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an, wawasan keislaman, serta kemampuan membina masyarakat harus terus menjadi perhatian bersama.
Seminar ini merupakan hasil kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone, dan Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Bone.
Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa membangun umat tidak cukup dilakukan oleh satu lembaga, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh elemen yang peduli terhadap kemakmuran masjid.
Ketua Panitia, Rusmin Igho, mengungkapkan bahwa panitia semula menargetkan sekitar 150 peserta. Namun, tingginya antusiasme para imam membuat jumlah peserta melampaui target yang telah direncanakan.
“Ini menjadi pertanda bahwa semangat para imam untuk terus belajar tidak pernah padam. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini menjadi bekal dalam membina masyarakat di masjid masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bone, Drs. H. Zainal Abidin, mengatakan bahwa pembinaan imam merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Menurutnya, seorang imam bukan hanya memimpin salat lima waktu, tetapi juga menjadi tempat masyarakat bertanya, mencari solusi, dan memperoleh ketenangan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Ketika imam memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik, ilmu yang memadai, dan akhlak yang mulia, maka masjid akan menjadi pusat lahirnya masyarakat yang damai dan beradab,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bone juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus memperkuat sinergi dengan BAZNAS, Kementerian Agama, DMI, IPIM, serta seluruh elemen masyarakat dalam memakmurkan masjid dan meningkatkan kesadaran masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Komitmen itu tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan, tetapi juga dalam bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para imam. Pemerintah Kabupaten Bone telah memberikan perlindungan melalui program jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan yang dibiayai pemerintah daerah.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para imam sehingga mereka dapat menjalankan tugas dakwah dengan lebih tenang, nyaman, dan penuh pengabdian.
“Pembangunan sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia merupakan prioritas pemerintah daerah. Imam masjid adalah pilar utama dalam mewujudkan cita-cita besar itu,” tegas Andi Akmal.
Seminar internasional ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone Dr. KM. H. Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag., Ketua BAZNAS Bone Drs. H. Zainal Abidin yang juga Ketua IPIM Bone, Kabag Kesra Setda Bone Drs. Nursalam, M.Pd., H. Hanafing selaku muzaki aktif BAZNAS Bone sekaligus pemilik Surya Indah Bone, serta narasumber Prof. Dr. H. Agus Tasbih yang membawakan materi mengenai pendekatan holistik Metode Tasbih dalam penyempurnaan bacaan Al-Qur’an.
Di penghujung kegiatan, seminar ini tidak sekadar menjadi ruang belajar tentang tajwid dan qiraah. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa masjid bukan hanya tempat bersujud, tetapi tempat lahirnya peradaban.
Dibalik kokohnya peradaban itu, berdirilah para imam yang dengan ikhlas menjaga cahaya Al-Qur’an agar terus menyinari kehidupan umat dari generasi ke generasi.(*)








