Kasus Rudapaksa yang Dialami Siswi Madrasah, Kepsek Angkat Bicara

Hukrim132 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – “Sejak kejadian ini saya tidak tenang dan konsentrasi pasalnya keduanya adalah siswa – siswi kami yang mengalami kejadian ini,” ucap Kepala Sekolah korban rudapksa, Sudirman saat bercerita ke redaksi Lepasnews .com saat berkunjung di kediamannya 02/03/2023 di Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.

Sudirman menyatakan pihaknya tidak tahu menahu terkait kasus ini.

“Siswi kami J (korban) terakhir ke sekolah tanggal 21 Januari 2023 Setelah itu dikabarkan sakit kepala, memang J sering mengalami sakit kepala dan melalui orang tuanya pihak sekolah mengetahui Siswi J sakit sampai almarhumah meninggal dunia,” terangnya.

Saat Awak Media Berkunjung Di Rumah Kepsek Madrasah Sudirma 02/03/2023

Iya melnjutkan, pada saat sakit teman – teman sekolah minta izin untuk menjenguk kerumahnya termasuk yang diduga pelaku AM (15 ) yang teman kelasnya turut membesuk korban.

“Tersiar kabar bahwa penyebab sakitnya Almarhumah siswi J ternyata sudah diperkosa menurut keluarganya. Karena Almarhumah siswa J sempat dirawat di puskesmas Cenrana dan alat vitalnya ada tanda tanda kekerasan menurut bidan puskesmas tersebut,” sambung  Sudirman.

Lanjut kepsek madrasah, waktu itu guru- gurupun datang membesuk kerumahnya setelah diketahui bahwa siswi J sudah diperkosa, pada saat itu ditanya sama kepsek dan guru lainnya menyebut nama AM “hanya menyebut” tidak menceritakan apa yang terjadi.

“Nasebut saja namanya, tapi tidk najelaskan apakah dia pelaku atau bukan,” kata Kepsek.

Kepsek Madrasah Sudirman Cerita Singkat Siswanya yang Ditetapkan Tersangka.

Tersiar Kabar Siswa AM (15) ditahan oleh Pihak kepolisian karna di duga terlibat dalam kasus rudapaksa yang mengakibatkan Siswa J meninggal dunia.

Kepsek heran saat mengetahui bahwa siswa AM ditahan oleh pihak kepolisian terkait kasus rudapaksa mengakibatkan Siswi J meninggal dunia.

“Siswa AM (15) tersangka tergolong anak yang pintar, tulisannya pun bagus serta penurut di sekolah pergaulannya bagus sama temannya, tidak ada kelakuan buruknya. Coba ada lain-lain (kelakuannya) kukasi keluar mi (dari sekolah,” ungkapannya.

“Bahkan AM sempat menjenguk korban sebelum dibawa ke rumah sakit di Bone,” lanjutnya.

Babinsa datang ke sekolah

Kepsek tempat korban dan tersangka bersekolah membenarkan bahwa seorang Babinsa mendatangi tersangka di sekolah.

“Saat itu jam pelajaran berlangsung saya aga lupa tanggalnya, tapi waktu itu hari Jumat Babinsa berkunjung di sekolah masuk di ruangan saya setelah itu Siswi AM pun masuk di ruangan saya.”Cerita kepsek Madrasah ke redaksi lepasnews.com.

“Sekitar lebih dari jam Siswa AM (15) bersama Babinsa yang dimulai.pukul.10.00 Wita sampai pukul.11.30.Wita,saya waktu itu duduk berdampingan dengan bapak Babinsa dan ada beberapa guru yang berada di ruanganku,” ucapnya.

Ia menyebut, Babinsa mengambil keterangan dan menyampaikan kepada siswa AM terkait masalah ini namun siswa AM saat itu tidak tau menahu bahwa siswa J telah mengalami pemerkosaan.

Cerita Singkat Kepsek Terkait Anak Muridnya Yang Dianiyah Oleh Sekelompok Pemuda.

Kepsek membenarkan Siswa kami mengalami penganiayaan inisial IS dan AR, Is dipukul sebelum pergi bersaksi di Polres sedangkan AR setelah bersaksi di polres terkait kasus rudapaksa tersebut.

“Inisial Is murid kami tidak melaporkan atas pemukulan atas dirinya, namun Ar melaporkan kepihak kepolisian atas pemukulan terhadap dirinya,” ungkapnya.

Kepsek mengaku, Ar menceritakan  bahwa setelah dari bersaksi di polres ada yang mendatangi rumahnya  dan dipanggil keluar sesampai di luar langsung dipukul.

“Sejak kejadian pengananiyaan kedua muridnya sampai detik ini tidak pernah lagi masuk sekolah orang tua korban penganiayaan pernah kesekolah sampaikan anakku takut kesekolah jangan sampai ada lagi yang pukulki penyampaian orang tua kepada saya,” ujarnya.

Kepsek berharap kasus ini bisa tuntas terungkap tabir kebenarannya.

“Dari informasi yang tersiar siswa J diperkosa beramai ramai , namun faktanya baru satu yang di duga tersangka itu pun murid saya juga miris. Kuat dugaan ada pelaku lain,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi kelas 3 Madrasah Tsanawiyah menjadi korban rudapaksa dan meninggal dunia dengan alat vital yang rusak.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *