Keluarga Tersangka Rudapaksa Melapor di Denpom XIV/1Bone

Daerah, Hukrim215 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – Kasus rudapaksa yang dialami siswi madrasah inisial J yang akhirnya meninggal dunia, setelah mendapat perawatan medis dirumah sakit yang menjerat AM teman kelasnya sendiri sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian Resor Bone sejak tanggal 22 Februari 2022.

Keluarga Tersangka AM yang di dampingi pihak pengacaranya mendatangi kantor Polisi Militer Senin 6 Februari 2023 sekitar pukul 10 pagi, untuk melaporkan Oknum Babinsa yang diduga telah melakukan intimidasi dengan cara menginterogasi AM tanpa pendampingan pihak keluarga untuk mengaku sebagai pelaku dalam kasus rudapaksa tersebut.

Menurut Kuasa Hukum keluarga AM (15) Rusmin Igho “melaporkan oknum Babinsa Kopda H beserta satu orang rekannya ke Denpom XIV/1Bone lantaran pihaknya keberatan atas tindakan Kopda H dan rekannya yang telah menginterogasi AM tanpa pendampingan orang tua padahal AM masih anak dibawah umur”.ucapnya

“Oknum Babinsa melakukan interogasi AM secara tertutup didalam satu ruangan di sekolahnya pada saat jam pelajaran tanpa pendampingan orang tua atau pihak keluarga”

Aswil Adi Tama Kuasa Hukum lainnya menambahkan oknum Babinsa tersebut juga diduga telah menyebarkan issue dan opini ke warga bahwa setelah interogasi dilakukan terhadap AM, seolah olah AM lah pelaku dalam kasus tersebut.

“Selang dua hari kemudian setelah interogasi dilakukan disekolah oknum Babinsa ini juga menceritakan ke orang lain bahwa pelaku dalam kasus rudapaksa adalah AM”

Saat Awak Media Berkunjung Di Rumah Kepsek Madrasah Sudirman( 02/03/2023)

perjalanan kasus yang hanya memakan waktu tiga hari mengundang banyak tanya di masyarakat karna penyidik kepolisian sangat cepat menetapkan AM sebagai tersangka padahal informasi awal yang dihembuskan keluarga korban banyak pelaku dalam kasus ini yang mengakibatkan korban mengalami trauma berat dan luka berat pada bagian kelamin.

Diberitakan sebelumnya saat awak media berkunjung di kediaman kepala sekolah madrasah Sudirman, tempat korban dan tersangka bersekolah, membenarkan bahwa seorang oknum babinsa mendatangi tersangka di sekolah.

“Saat itu jam pelajaran berlangsung saya aga lupa tanggalnya, tapi waktu itu hari Jumat Babinsa berkunjung di sekolah masuk di ruangan saya setelah itu Siswa AM (15) tersangka pun masuk di ruangan saya.”Cerita kepsek madrasah ke redaksi lepasnews.com”.

“Sekitar lebih dari satu jam Siswa AM (15) bersama Babinsa yang dimulai.pukul.10.00 Wita sampai pukul.11.30.Wita,saya waktu itu duduk berdampingan dengan bapak Babinsa dan ada beberapa guru yang berada di ruangan,” ucapnya.

Ia menyebut,” oknum Babinsa mengambil keterangan dan menyampaikan kepada siswa AM terkait masalah ini namun siswa AM saat itu tidak tau menahu bahwa siswa J telah mengalami pemukulan lebih -lebih pemerkosaan”.tutupnya

Kurni keluarga tersangka AM (15) setelah didamping pihak kuasa hukum melapor di Denpom XIV/1Bone “semoga saja dengan bergulirnya masalah ini, akan  terungkap secara terang menderang tanpa mengundang tanda tanya”.Tutupnya

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *