LEPASNEWS.COM BONE – Di tengah derasnya arus modernisasi yang perlahan mengubah wajah kehidupan masyarakat, ada tradisi yang tetap dipertahankan. Ada nilai-nilai lama yang tidak ingin ditinggalkan. Dan di Lingkungan Balakang, Kelurahan Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone.
Tradisi itu kembali menemukan ruang hidupnya melalui Tudang Sipulung.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Salam (Lilo AK), turut hadir dalam kegiatan yang menjadi puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Kerukunan Keluarga Besar Pemuda Sulapa Eppa Lingkungan Balakang tersebut tidak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan. Di balik kebersamaan warga yang berkumpul, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga akar budaya dan kearifan lokal agar tidak tergerus zaman.
Lilo AK menyampaikan dukungannya terhadap upaya masyarakat mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman dan modernisasi.
Menurutnya, Tudang Sipulung merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana masyarakat menjaga tradisi sekaligus merawat hubungan kekeluargaan.
“Di tempat ini saya sudah menjadi bagian dari keluarga. Alhamdulillah, sudah dua periode di DPRD, sekarang sudah berjalan tujuh tahun. Kebersamaan dan kekompakan kita semua terus kita jalin dan berinteraksi dalam sistem kekeluargaan,” ujar Lilo.
Bukan sekadar duduk bersama, tetapi merawat rasa.
Tudang Sipulung menjadi ruang tempat masyarakat bertemu, berbincang, bersilaturahmi dan memperkuat kembali ikatan sosial yang mungkin perlahan terkikis oleh kesibukan dan perubahan zaman.
Sebagai legislator Partai NasDem, Lilo AK juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, ibu-ibu majelis taklim, serta seluruh pihak yang ikut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada unsur TNI dan Polri yang turut berpartisipasi menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan.
Lilo berharap semangat kebersamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat Kelurahan Toro dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan daerah.
Selama dua periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Bone, Lilo AK mengaku telah membangun kedekatan dengan masyarakat Toro. Ia menyebut hubungan tersebut bukan hanya terjalin dalam suasana suka, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan dan membutuhkan perhatian.
Kedekatan itu pula yang membuat kehadirannya dalam Tudang Sipulung mendapat sambutan hangat dari warga dan panitia.
Bagi masyarakat, hubungan antara wakil rakyat dan konstituen tidak semestinya hanya dibangun melalui ruang-ruang formal. Ia tumbuh dari pertemuan, percakapan, kepedulian dan kehadiran ketika masyarakat membutuhkan.
Doa pun mengalir dari warga dan panitia agar Lilo senantiasa diberikan kesehatan serta kesuksesan dalam menjalankan amanah dan aktivitasnya.
Tradisi yang Tak Boleh Hilang
Sebelum memasuki puncak Tudang Sipulung, rangkaian kegiatan telah diisi dengan berbagai lomba keagamaan dan permainan tradisional.
Anak-anak, pemuda hingga ibu-ibu PKK ikut mengambil bagian. Tawa dan kebersamaan pun menjadi warna tersendiri dalam rangkaian perayaan tersebut.
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, permainan tradisional dan tradisi berkumpul menjadi semacam pengingat bahwa masyarakat memiliki akar yang harus tetap dirawat.
Sebab, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu. Kemerdekaan juga tentang bagaimana generasi hari ini menjaga jati diri, budaya dan nilai kebersamaan yang diwariskan para pendahulu.
Tudang Sipulung kemudian menjadi lebih dari sekadar agenda perayaan HUT kemerdekaan.Ia menjadi ruang untuk mempertemukan manusia dengan manusia, warga dengan pemimpinnya, generasi muda dengan tradisinya, serta masa lalu dengan masa depan.
Di bawah semangat kemerdekaan, masyarakat Lingkungan Balakang menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus berarti kehilangan jati diri.
Karena sebuah daerah boleh tumbuh mengikuti zaman, tetapi jangan sampai lupa dari mana ia berakar.
Dan di Toro, akar itu masih hidup dalam silaturahmi, dalam kebersamaan, dalam tradisi Tudang Sipulung, serta dalam semangat masyarakat yang memilih untuk tetap menjaga warisan leluhur sambil melangkah menuju masa depan.(*)







