Reses di Bajoe, Andi Yusuf Nuryawan Duduk Bersama Warga, Serap Keluhan UHC hingga Infrastruktur

Berita, Daerah, Politik8 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE –Di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat, Andi Yusuf Nuryawan kembali memilih untuk turun langsung menemui masyarakat. Bukan sekadar hadir dalam forum resmi, tetapi duduk bersama warga, mendengar cerita, keluhan, hingga persoalan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran itu berlangsung dalam kegiatan Reses/Temu Konstituen Masa Sidang III Tahun 2026 di Lingkungan Maccedde, Kelurahan Bajoe, Kabupaten Bone. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi yang selama ini mereka hadapi.

Suasana pertemuan berlangsung dalam nuansa sederhana dan penuh keakraban. Tanpa jarak yang kaku antara wakil rakyat dan masyarakat, berbagai persoalan dibicarakan secara terbuka.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah pelayanan Universal Health Coverage (UHC). Program yang berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan tersebut masih menyisakan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dan pengawalan.

Selain persoalan UHC, masyarakat juga menyampaikan aspirasi mengenai kondisi infrastruktur yang dinilai masih membutuhkan perhatian. Infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan mendasar karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Bagi Andi Yusuf Nuryawan, reses bukan sekadar agenda untuk memenuhi kewajiban sebagai anggota legislatif. Lebih dari itu, reses menjadi kesempatan untuk kembali mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memastikan suara warga tidak berhenti di ruang pertemuan.

Setiap aspirasi yang disampaikan warga, menurutnya, akan ditampung dan dikawal melalui jalur yang semestinya agar dapat diperjuangkan menjadi program maupun solusi yang benar-benar memberikan manfaat.

Mendengar, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

Pertemuan di Maccedde pun menjadi pengingat bahwa kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat tidak boleh hanya hadir ketika momentum politik datang. Sebab, suara rakyat justru harus didengar ketika mereka berbicara tentang kebutuhan hidup, layanan kesehatan, jalan, fasilitas umum, dan persoalan yang mereka hadapi setiap hari.

Dari sebuah meja pertemuan sederhana di Bajoe, aspirasi warga kemudian dibawa ke ruang perjuangan yang lebih luas. Harapannya, setiap keluhan yang disampaikan tidak sekadar menjadi catatan, tetapi benar-benar dikawal hingga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Kegiatan reses tersebut  berlangsung di Bajoe dengan fokus menyerap aspirasi masyarakat terkait UHC dan infrastruktur.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *