LEPASNEWS COM BONE- Seorang warga Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bernama, Syamsurijal (43) mengeluhkan pengobatan yang dilakukan seorang paranormal, Samsurijal Alias Rijal Nebo.
Kepada wartawan Syamsul Rijal warga Pappollo mengisahkan. Ia berkomunikasi dengan Paranormal yang terkenal bernama Rijal Nebo karena orang tuanya bernama, Hj Sahrah (58) tengah terbaring sakit.
Syamsulrijal (Pappollo ) menceritakan bahwa orang tua saya ini sudah lama sakit, namun beberapa kali berobat medis belum juga sembuh.
” Hingga akhirnya saya menghubungi orang yang disebut pintar atau paranormal bernama Samsurijal Alis Rijal Nebo”, Ucapnya
” Kalau di akun media sosialnya bernama Rijal Nebo,” ungkapnya saat ditemui awak media di salah satu warkop di Kota Watampone, Minggu (15/12/24).
Syamsurijal (pappolo)melanjutkan, setelah berkomunikasi. Rijal Nebo (paranormal ) kemudian menyampaikan, bahwa untuk diobati harus membayar uang panjar sebesar Rp3 juta.
“Jadi ada kesan yang berhasil dia diciptakan bahwa jadwal pengobatannya padat dan Rijal Nebo ini sulit untuk ditemui.
” Awalnya dia sebutkan bahwa butuh beberapa hari untuk menjadwalkan pengobatan orang tua saya,” ungkapnya lagi.
Namun Syamsurijal (Pappolo) mengaku sempat kaget, pasalnya setelah ia mentransfer uang muka sebesar Rp3 juta. Rijal Nebo tiba-tiba menghubungi lalu menyampaikan bahwa ibunya sudah bisa diobati pada Jumat (06/12/24) padahal sebelumnya Rijal Nebo Paranormal tersebut menyampaikan nanti kamis 19/12/2024 entah apa dan kenapa tiba tiba merubah jadwalnya.
“Saya dihubungi kemudian disampaikan bahwa mama saya sudah bisa diobati. Dia mengatakan akan datang bersama dengan timnya,” ungkap Syamsurijal (Pappolo)
Pada saat melakukan pengobatan metode yang digunakan Rijal Nebo mirip praktik hipnotis. Yakni menggunakan orang ketiga untuk mengungkap penyakit yang diderita korban.
“Karena mama saya dia bilang kondisinya lagi lemah sehingga tidak bisa diobati secara langsung. Maka yang menjadi perantara adalah tante saya. Dia di sugesti dan dengan dibisik-bisik kemudian ditepuk,” terangnya.
Setelah melakukan pengobatan, Rijal Nebo kata dia mengatakan bahwa ibunya akan sembuh karena ada dua jin pengganggu yang telah ditangkap dan dimasukkan ke dalam botol.
“Setelah itu saya diminta untuk membuang botol tersebut ke laut lepas di Pantai Bajoe. Namun nyatanya sampai saat ini mama saya malah sakitnya makin parah karena diminta minum obat yang pantangan sakit asam lambung,” ujarnya.
Hal yang membuat Syamsurijal yakin telah menjadi korban penipuan pelaku yakni ketika Rijal Nebo mengeluarkan obat dari tempatnya lalu meminta untuk membayar Rp6.720.000.
“Setelah diobati tanpa kami minta dia (Rijal Nebo) tiba-tiba mengeluarkan banyak obat dari tempatnya sambil menjelaskan bahwa obat-obat tersebut akan sangat baik untuk kesembuhan mama saya,” bebernya.
Syamsurijal (Pappolo) kemudian menanyakan berapa harga total obat tersebut. Kemudian dibalas dengan menyampaikan bahwa harus mentransfer uang Rp6.720.000.
“Saat itu saya sempat mengatakan nanti saya transfer karena hpku dipake anak saya. Namun dia (Rijal Nebo) mengatakan dengan nada memaksa harus transfer sekarang karena dia mau bayar obat tersebut di pemiliknya,” jelas Syamsurijal.
Usai uang tersebut ditransfer, Rijal Nebo kemudian bergegas meninggalkan lokasi. Beberapa hari kemudian, Syamsurijal (Pappolo )merasa ada yang aneh dari pengobatan orang tuanya.
“Akhirnya saya kontak melalui WhatsApp dan tanyakan terkait dengan harga obat yang mahal. Kemudian dikirimlah daftar harga yang dia buat. Di situ, obat-obatnya dia pasang harga sampai Rp200 ribu dan setelah dicek harga sebenarnya hanya Rp20 ribu. Bahkan ada madu, dia klaim terbaik ke dua di dunia dengan harga Rp400 ribu malah seperti sudah diracik dan dicampur alkohol karena kalau dibakar menyalah,” tukasnya.
Karena merasa tidak terima, Syamsurijal kemudian terus menghubungi dan menyampaikan bahwa obat yang telah dijual ke dirinya terlalu mahal.
“Setelah itu saya diblokir diakun medsos dan WhatsApp. Saya merasa dirugikam dan praktik perdukunan seperti ini harus dihentikan. Kalaupun uang saya tidak kembali bukan masalah tapi setidaknya tidak ada lagi korban lain,” tuturnya.
Syamsurijal ( Pappolo) mengatakan, setelah dirinya mengunggah di akun Facebook terkait dengan pengobatan tersebut. Banyak korban lain bermunculan.
“Banyak sekali orang mengaku juga sebagai korban. Ternyata praktik seperti ini dilakukan sampai keluar daerah,” tutupnya.
wartawan telah menghubungi, Rijal Nebo via WhatsApp namun sampai berita diturunkan tak direspon, akan terus berupaya untuk mendapatkan klarifikasi langsung ke Rijal Nebo terkait dengan dugaan tindak penipuan yang disampaikan korban.
Dari peristiwa tersebut Syamsulrijal warga kelurahan Pappolo mengalami kerugian kurang lebih Rp 9.720.000










