
LEPASNEWCOM BONE -Di bawah langit pagi yang perlahan membuka cahaya, langkah-langkah penuh semangat tampak memenuhi halaman rumah Jabatan Bupati Bone Gedung Tearaduni Dengan wajah yang memancarkan harapan dan tekad, kader-kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia kembali meneguhkan komitmennya melalui kegiatan Pelatihsb Kader Lanjutan.Selasa 12/05/2026
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Bone kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Kader Lanjutan (PKLanjutan), sebuah proses kaderisasi yang tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan ideologi, serta pendewasaan cara berpikir kader dalam menjawab tantangan zaman yang terus berubah.
Pelatihan Kader Lanjutan sebuah ruang belajar yang tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai pengabdian dan keberanian menghadapi realitas kehidupan membawa harapan besar tentang masa depan perjuangan.
Kegiatan ini diikuti oleh kader-kader terpilih yang telah melewati proses panjang dalam jenjang kaderisasi PMII. Dengan mengusung tema Tema kegiatan Diaspora Kaderisasi PMII Optimalisasi Kepemimpinan Inklusif Advokatif Dalam Memajukan Pembangunan Daerah Yang Adil dan Berkelanjutan.
Pelatihan ini menjadi ikhtiar bersama untuk melahirkan kader-kader yang tidak hanya cerdas dalam gagasan, tetapi juga kokoh dalam nilai dan teguh dalam pengabdian.
Ketua Cabang PMII Bone Zulkifli dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pelatihan Kader Lanjutan bukan hanya tempat memperdalam teori organisasi, melainkan ruang kontemplasi bagi kader untuk memahami makna perjuangan secara lebih luas. Sebab di dalam PMII, kaderisasi bukan sekadar proses administratif, melainkan perjalanan panjang menempa diri agar mampu menjadi insan yang matang secara intelektual dan bijaksana secara sosial.
“Di ruang patihan inilah kita belajar bahwa menjadi kader PMII bukan tentang kebanggaan memakai atribut semata, tetapi tentang kesiapan memikul tanggung jawab sejarah. Kita harus mampu menjadi cahaya di tengah gelapnya keadaan, menjadi suara bagi mereka yang dibungkam, dan menjadi harapan bagi masyarakat yang menanti perubahan,” tuturnya penuh haru.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi PMII dalam menjaga tradisi kaderisasi dan penguatan intelektual generasi muda. Menurutnya, organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga nilai demokrasi, sosial, dan kemanusiaan di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
“Mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan. Saya berharap kader PMII mampu hadir sebagai generasi yang tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PB PMII Mohammad Iqbalul Rizal Nadif, S.Sos., M.P.A menegaskan bahwa Pelatihan Kader Lanjutan merupakan ruang strategis untuk memperkuat ideologi kader dan memperdalam pemahaman tentang arah gerakan organisasi. Ia menyampaikan bahwa PMII harus terus melahirkan kader yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas perjuangan.
“Di ruang kaderisasi inilah kita belajar memahami bahwa perjuangan tidak lahir dari kenyamanan. Ia tumbuh dari proses panjang, dari diskusi yang melelahkan, dari pengabdian yang sunyi, dan dari keyakinan bahwa perubahan harus terus diperjuangkan,” tuturnya penuh semangat.
Pelatihan Kader Lanjutan PMIi Cabang Bone yang sebagai tuan rumah yang direncanakan berlangsung selama 7 hari dimulai hari ini Selasa 12- Mei- 2026.
Pesertanya dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan tentunya diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tangguh secara pemikiran, matang dalam bersikap, dan siap hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan.
Sebab bagi PMII, kader sejati bukan hanya mereka yang mampu berbicara tentang perjuangan, tetapi mereka yang bersedia hidup untuk memperjuangkannya.
Terpantau dalam pembukaan PKL tersebut hangatnya persaudaraan, serta doa-doa yang lirih dipanjatkan itu, semangat pergerakan kembali dinyalakan menjadi cahaya kecil yang diharapkan mampu menerangi masa depan bangsa dengan ilmu, moralitas, dan kemanusiaan.














