Propam Polda Sulsel Periksa Pemilik Toko Bahan  Pertanian Sekaitan Oknum Polisi Lakukan Pemerasan

Berita, Daerah, Hukrim480 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – Viralnya pemberitaan adanya sekira 8 orang oknum Polda melakukan pemerasan terhadap pemilik toko bahan pertanian di Bone propam Polda turun lakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap korban pemerasan.Selasa 03/06/2025

AD pemilik toko Bahan Pertanian di Bone menceritakan seputar pemeriksaan oleh propam Polda terkait peristiwa pemerasan yang dialimnya yang dilakukan sekolompok orang mengaku dari Polda Sulsel.

Awalnya dirinya ditelpon untuk dimintai hadir di kantor Mapolres Bone sekaitan berita viral tersebut, kurang lebih 5 orang dari propam Polda Sulsel lakukan pemeriksaan terhadap AD pemilik toko bahan pertanian korban pemerasan oknum anggota Polda Sulsel bulan April 2025 lalu.

“Ia menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan yang kurang lebih 2 jam lamanya propam polda mempertanyakan terkait uang yang diserahkan” ungkapnya

Lebih jauh siang itu mereka menyadari dalam toko ada cctv jadi mereka memanggil saya diluar dipinggir jalan tempat mobil mereka parkir 1 orang berdiri samping mobil, 2 orang didalam mobil dan membuka pintu mobil uang yang dalam kantongan warna hitam saya serahkan di oknum polisi  yang berada dalam mobil tersebut dan yang lainnya berada di teras warkop di depan toko saya” jelasnya

Pihak propam Polda Sulsel kembali bertanya adakah saksi yang melihat saya serahkan dana 15juta, saya menjawab karyawan toko dan warga yang memantau rombongan oknum polisi Polda mulai datang sampai mereka tinggalkan tempat dan keduanya siap bersaksi” jelas AD  korban pemerasan

Terahir pihak propam Polda apa harapan AD korban pemerasan oknum polisi yang datangi saya, jawabku intinya mereka tidak kembali lagi melakukan kegiatan tersebut dan meminta maaf dan permintaan maafnya dimediakan publik” tutupnya

Sebelumnya diberitakan AD pemilik toko resah karena setelah menyerahkan uang 15 juta kepada rombongan lelaki mengaku dari Polda akan meminta jatah  2 juta perbulan.Kejadian tersebut diperkirakan bulan April 2025 lalu.

“Mereka menyodorkan kertas dan menyuruh saya bertanda tangan bahwa uang yang saya serahkan15 juta dan perjanjian jatah 2 juta perbulan  tidak dipaksakan” ungkap AD korban pemerasan

“Kemarin kamis 27-Mei 2025  salah satu dari mereka menelpon dan akan meminta jatah yang 2 juta perbulan namun saya menolak karna saya masih suasana berduka bapak saya meninggal dunia ” jelas AD dengan nada sedih ( Rekaman voice Not)

AD Sebagai pemilik toko, dia mengaku mengenal nama beberapa orang dari pelaku.

“Ada berinisial MAR, mengaku sebagai kanit, ada juga ZS sebagai Anggota,  Kami minta agar pelaku ditindak tegas, apakah mereka betul oknum polisi atau bukan, karena sudah meresahkan,” tambahnya.

Bukan hanya satu toko. Para pria yang mengaku sebagai anggota polisi tersebut diduga telah melakukan aksi yang sama di lima toko yang menjual produk pertanian di Kabupaten Bone.

“Sudah ada lima toko yang didatangi. Mereka membawa surat tugas dengan kop Polda Sulawesi Selatan, namun nama-namanya ditulis tangan,” imbuhnya.

Pemilik toko mengaku memiliki bukti terkait dengan aksi pelaku. Mulai CCTV hingga rekaman suara.

“Keinginan kami hanya satu, pelaku tidak melakukan aksi yang sama di kemudian hari. Sangat meresahkan,” tutupnya.

Hingga berita diturunkan, Redaksi LepasNews.com  masih terus berupaya untuk melakukan klarifikasi ke pihak Polda Sulawesi Selatan, terkait dengan adanya pria yang mengaku sebagai oknum polisi yang meresahkan. (*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *