Warga Majang Gelar Pesta Rakyat Mandi Safar di Bubung Karajae, Cemme Mattola Bala 

Daerah, Peristiwa191 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – Diketahui bersama bahwa Setelah  Tahun baru Islam 1445 H pada bulan Juli lalu, kini kalender Hijriah telah memasuki bulan Safar. Safar merupakan bulan kedua setelah Bulan Muharram dalam kalender Hijriah. Kata Safar sendiri berasal dari bahasa Arab ‘shifr’ yang artinya kosong atau pergi.

Seperti halnya warga kelurahan Majang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone  menggelar pesta rakyat mandi safar di “Bubung Karajae” di akhir bulan safar hari Rabu 13/09/2023

Mandi safar yang di gelar di bubung karajae ini sengaja dilaksanan di akhir bulan safar tepat pada hari Rabu terahir yang di yakini kegiatan berdoa sebagai wujud mattola bala dalam hal ini dijauhkan dari musibah.

Menurut salah satu tokoh Agama Ustadz Awaluddin Syah ” Ini dalam rangka kegiatan semarak bulan safar, tiap tahun warga masyarakat majang melaksanakan semarak bulan safar di haru rabu terakhir mandi tolak bala”. Jelasnya

Foto Istimewa : Lokasi Bubung Karajae Majang setelah melaksanakan mandi safar makan bersama di sekitar kolam Rabu 13/09/2023

Ia menjelaskan Ini tiap tahun kami laksanakan namun tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun sebelumnya, dua hari sebelumnya kami melaksanakan kegiatan lomba tentunya di dukung pemerintah setempat dan masyarakat .

Lebih lanjut Awal mengatakan “alhamdulillah yang paling luar biasa di tahun ini karna dikukuhkan kelompok Masyarakat Majang Fishing Club (MFC) yang dibentuk sebelum kegiatan mandi safar digelar.

Mandi Safar atau mandi tolak bala dianjurkan dalam kitab Al Juhala bahwa kegiatan mandi Safar adalah sebuah kegiatan disertai dengan niat mandi untuk mencegah musibah yang akan melanda khususnya di kelurahan Majang dan Pada Umumnya Warga Masyarakat Bone yang dibudayakan oleh ulama ulama sebelum kita khususnya di Nahdatul ulama sehingga kami membudaya hingga saat ini.

Kegiatan ini warga berbondong bondong membawa makanan disekitar Kolam yang dinamakan Bubung Karajae setelah kegiatan mandi Safar warga makan – makan bersama para tamu yang hadir dalam pelaksanaan mandi safar tersebut.

Ustad Awal berharap ” bagaimana memupuk silaturrahim sesama warga kelurahan majang, lalu bagaimana memberdayakan warga yang punya potensi untuk mengembangkan bubung arajang ini menjadi ikon kelurahan majang, kami akan lestarikan bubung karajang ini menjadi sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus sekalian destinasi wisata religi” terangnya

Dalam kegiatan ini di hadiri Bapak Lurah Majang, ibu Lurah Majang, toko Masyarakat, tokoh Agama dan tokoh pemuda serta warga lainnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *