Pemuda Majang Bersatu Tegas Tolak Lapangan Sepak Bola Dialihfungsikan Jadi Pasar Malam

LEPASNEWS.COM BONE – Rencana pemanfaatan lapangan sepak bola Majang sebagai lokasi kegiatan pasar malam menuai penolakan dari Pemuda Majang Bersatu. Sekretaris Umum Pemuda Majang Bersatu, Akmal Ahmad, M.Pd, menegaskan bahwa lapangan tersebut harus tetap dipertahankan sebagai ruang olahraga dan fasilitas publik masyarakat.

Bagi masyarakat Majang, lapangan sepak bola bukan hanya hamparan tanah tempat bermain dan berolahraga. Di tempat itu, anak-anak muda mengasah kemampuan, membangun kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat dan prestasi olahraga.

Karena itu, Akmal menyatakan sikap tegas menolak apabila lapangan tersebut digunakan sebagai lahan komersial untuk pasar malam.

“Kami menolak dengan tegas apabila lapangan sepak bola Majang dialihfungsikan menjadi lahan komersial pasar malam. Lapangan ini merupakan aset sosial masyarakat yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan olahraga serta pembinaan generasi muda,” tegas Akmal.

Menurutnya, kegiatan ekonomi dan hiburan masyarakat bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Namun, pemanfaatan fasilitas publik harus tetap mempertimbangkan fungsi utama dan kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.

Akmal mengingatkan agar penggunaan lapangan untuk kegiatan komersial tidak justru menggeser fungsi utamanya sebagai sarana olahraga. Terlebih, keberadaan fasilitas olahraga dinilai penting dalam menciptakan ruang positif bagi generasi muda.

Ia pun meminta pemerintah dan pihak-pihak terkait membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, pemuda, serta pemerhati olahraga sebelum mengambil keputusan mengenai pemanfaatan lapangan sepak bola Majang.

“Kami tidak anti terhadap kegiatan ekonomi maupun hiburan masyarakat. Namun, jangan sampai kepentingan komersial mengorbankan fasilitas olahraga yang menjadi ruang tumbuh dan berkembangnya generasi muda Majang,” ujarnya.

Pemuda Majang Bersatu juga mendorong agar pihak penyelenggara maupun pemerintah mempertimbangkan lokasi alternatif untuk pelaksanaan pasar malam. Dengan demikian, kegiatan ekonomi dan hiburan masyarakat tetap dapat berlangsung tanpa mengorbankan fungsi lapangan sepak bola.

Akmal menegaskan, sikap yang disampaikan bukan semata-mata bentuk penolakan terhadap sebuah kegiatan, melainkan upaya mempertahankan fungsi ruang publik yang dinilai memiliki manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“Lapangan sepak bola Majang harus tetap menjadi ruang olahraga dan ruang publik masyarakat. Kami siap menyampaikan aspirasi ini secara konstruktif dan melalui jalur yang sesuai demi menjaga kepentingan masyarakat Majang,” tutur Akmal.

Empat Sikap Pemuda Majang Bersatu

Pemuda Majang Bersatu menyampaikan empat poin sikap terkait persoalan tersebut, yakni:

Menolak alih fungsi lapangan sepak bola Majang menjadi lahan komersial pasar malam.

Mempertahankan fungsi lapangan sebagai fasilitas olahraga dan ruang publik masyarakat.

Mendorong pemerintah menyediakan lokasi alternatif bagi pelaksanaan pasar malam.

Mengutamakan dialog dan musyawarah dengan melibatkan masyarakat serta pemuda dalam setiap keputusan mengenai pemanfaatan lapangan.

Bagi Pemuda Majang Bersatu, mempertahankan lapangan sepak bola berarti menjaga salah satu ruang penting bagi aktivitas olahraga, interaksi sosial, dan pembinaan generasi muda.

Mereka berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah dengan mengedepankan kepentingan masyarakat Majang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *