LepasNews.com Lampung Selatan – Siapa sangka, pesta pernikahan yang seharusnya penuh tawa dan iringan lagu dangdut justru berubah menjadi “arena unjuk rasa” para tawon. Bukan karena hidangan habis atau tamu berebut kursi, melainkan karena koloni tawon diduga merasa konser organ tunggal di dekat sarangnya sudah kelewat bising.
Peristiwa unik itu terjadi pada 7 Juni 2026 lalu di Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.
Saat dentuman bass mulai mengguncang tenda hajatan, puluhan tawon vespa mendadak keluar dari sarangnya. Tamu undangan yang semula asyik menikmati musik sontak berhamburan menyelamatkan diri. Pengantin, keluarga, hingga kru organ tunggal pun memilih menepi.
Kalau saja tawon bisa berbicara, mungkin mereka akan berkata, “Maaf, kami sedang istirahat. Tolong kecilkan volume sound system-nya!”
Namun, di balik kisah yang mengundang senyum itu, ancaman yang muncul benar-benar nyata. Sengatan tawon vespa dikenal berbahaya sehingga pesta harus dihentikan sementara demi keselamatan seluruh tamu.
Bak pahlawan tanpa jubah, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan tiba di lokasi. Bukan untuk memadamkan kobaran api, melainkan “bernegosiasi” dengan koloni tawon yang seolah menjadi tamu tak diundang dalam resepsi tersebut. Setelah sarang berhasil dievakuasi, suasana kembali aman dan pesta dapat dilanjutkan.
Kepala Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengungkapkan bahwa kejadian seperti ini bukanlah hal yang asing bagi jajarannya. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, petugas telah menangani 377 operasi penyelamatan nonkebakaran, dengan 229 di antaranya merupakan evakuasi sarang tawon.
Artinya, dibanding memadamkan api, petugas justru lebih sering “berhadapan” dengan pasukan bersayap yang mudah tersulut jika merasa terganggu.
Selain tawon, Damkarmat juga menangani evakuasi ular, kucing, biawak, monyet, cincin yang tersangkut di jari, pohon tumbang, hingga berbagai kondisi darurat lainnya.
Rully mengingatkan masyarakat agar tidak nekat mengevakuasi sarang tawon sendiri. Sengatan tawon vespa dapat membahayakan bahkan berisiko fatal apabila menyerang secara berkelompok. Jika menemukan sarang yang mengancam keselamatan, masyarakat diminta segera menghubungi petugas.
Kisah di Lampung Selatan ini menjadi pengingat bahwa pesta boleh meriah, musik boleh bergema, tetapi jangan sampai “tetangga” yang bersarang di pepohonan merasa terusik. Sebab, sekali tawon memutuskan ikut berjoget, yang terjadi bukan lagi pesta dansa, melainkan lomba lari massal. (*)













