Mencekam di Jalan Mappadeceng Bone! Pemuda 19 Tahun Ditikam di Depan MIN 7, Polisi Buru Pelaku

Berita, Daerah, Hukrim48 Dilihat

LEPASNEWS.COM.BONE – Malam yang semestinya berjalan biasa mendadak berubah mencekam di Jalan Mappadeceng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seorang pemuda berusia 19 tahun, Muh Yusril, menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam setelah diduga dikejar dan dihadang sejumlah orang yang mengendarai sepeda motor.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Minggu (3/10/2026) sekitar pukul 23.20 Wita, tepat di depan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Bone.

Akibat serangan itu, korban mengalami luka tikaman pada bagian punggung sebelah kanan bawah dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Berawal dari Acara Syukuran
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum insiden tersebut terjadi, Yusril bersama sejumlah rekannya menghadiri acara syukuran pindah rumah di kawasan BTN Villa Mas Nusantara.
Setelah menikmati makan malam, korban bersama rekan-rekannya keluar ke depan kawasan perumahan. Korban kemudian mengonsumsi minuman keras jenis bir.

Tidak berselang lama, Yusril mengantar salah seorang rekannya pulang menggunakan sepeda motor. Namun, perjalanan yang semula berlangsung biasa itu berubah menjadi insiden yang berujung pada pertumpahan darah.

Saat melintas di Jalan Mappadeceng, tepat di depan MIN 7 Bone, korban bersama rekannya diduga tiba-tiba dikejar sejumlah orang yang menggunakan sepeda motor.

Situasi kemudian memanas. Korban disebut dihadang hingga akhirnya turun dari sepeda motor. Pada saat itulah, korban diduga langsung diserang menggunakan senjata tajam.

Serangan tersebut mengakibatkan luka tikaman pada punggung sebelah kanan bawah korban. Belum diketahui secara pasti apa yang melatarbelakangi aksi penyerangan tersebut maupun identitas orang-orang yang diduga terlibat.

Dilarikan ke RSUD Tenriawaru
Di tengah situasi tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan kepada korban. Yusril kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone untuk memperoleh penanganan medis.

Sementara korban mendapatkan perawatan, peristiwa itu kemudian dilaporkan oleh pihak keluarga ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bone agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Laporan tersebut menjadi dasar bagi aparat kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi pada malam itu.

Menindaklanjuti laporan keluarga korban, Unit IV Opsnal Intel Polres Bone bersama piket fungsi Polres Bone dan Tim Opsnal Polsek Tanete Riattang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Tim tersebut dipimpin Panit Opsnal III Reskrim Polsek Tanete Riattang, IPDA Muhammad Nasrum, S.H.

Di lokasi kejadian, petugas melakukan pengecekan serta menghimpun keterangan dan informasi dari sejumlah pihak. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap identitas terduga pelaku sekaligus menelusuri motif di balik penyerangan terhadap korban.

Hingga berita ini ditulis, kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. Identitas pelaku dan motif kejadian belum diketahui secara pasti.

Misteri di Balik Penyerangan
Peristiwa yang terjadi di depan MIN 7 Bone itu menyisakan sejumlah pertanyaan yang masih menunggu jawaban. Siapa orang-orang yang diduga mengejar dan menghadang korban? Apa motif di balik serangan tersebut? Dan bagaimana rangkaian kejadian yang sebenarnya berlangsung pada malam itu?

Jawaban atas pertanyaan tersebut kini bergantung pada hasil penyelidikan kepolisian.Aparat diharapkan dapat mengungkap perkara ini secara tuntas, sehingga pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum dan keluarga korban memperoleh kepastian atas peristiwa yang menimpa Yusril.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *