Pelayanan RSUD Tenriawaru Dinilai Bobrok, Ratusan Kader PMII Demo Pemkab Bone

Daerah201 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE- Rumah Sakit Tenriawaru dalam sepekan dirundung dua masalah besar terkait pelayanan yakni pembengkakan pembayaran pasien kurek dan bayi 4 bulan 11 hari meninggal dunia karna lambat di tindaki.

Sehingga ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone melakukan aksi demontrasi di Halaman Kantor Bupati Bone,Selasa 11 April 2023.

Dalam aksinya para demontran menuntut agar Pemerintah Kabupaten Bone memberikan sanksi kepada Direktur RSUD Tenriawaru dan pegawai yang diduga lalai dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat dalam layanan kesehatan.

Foto: Wakil Bupati dan Ketua PMII Bone serahkan pernyataan sikap Selasa (11/04/2024)

“Pada tanggal 6 april 2023,salah satu pasien menjadi korban dari kegagalan program UHC yang diterapkan pemerintah karena salah satu warga, Muh.Sulhan menerima pembengkakan pembayaran perawatan di RSUD dan setelah di konfirmasi pihak RSUD tidak mau memberikan Rekab pembayaran awal dengn total tagih Rp.8 juta rupiah,pihah RSUD baru memberikan rekapan awal diprotes dan menurunkan harga menjadi Rp. 2 juta “. Ucap Jendral Lapangan Muh.Akbar.

Selain itu berselang 3 hari,lagi-lagi ada seorang bayi meninggal dunia lantaran tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya dari pihak RSUD Tenriawaru karena alasan tidak mampu menunjukkan surat rujukan.

“Dari kasus tersebut menunjukkan bahwa program UHC sebagaimana yang dijanji oleh pemerintah sangat bertentangan dengan penerapan yang dirasakan oleh masyakat Bone,maka sudah menjadi dugaan yang sangat realistis jika program UHC hanya sekedar wacana serta tidak menutup kemungkinan telah jadi praktek semula dan kemungkina bisa terjadi lagi.” Pungkasnya.

Senada,Ketua Cabang PMII Bone Muh.Nurwan Tifta mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh sahabat PMII Bone merupakan bentuk kepedulian kepada masyarat dan pemerintah agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

“Ini sudah jadi panggilan jiwa dan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat dan pemerintah,agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya,kami juga mendesak agak semua yamg terlibat dalam kelalai dan kegaduhan ini mendapatkan sanksi tegas.”Ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa pemerintahan Pemda dipecundangi oleh bawahannya dengan tidak bisa menerapkan program UHC itu sendiri.

“RSUD Tenriawaru juga bertebaran pungli-pungli yang tidak bisa ditangan direktur,harus diberikan sanksi tegas.”Pungkasnya.

Sementara Wakil Bupati Bone H. Ambo Dalle yang menerima aspirasi berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada mereka yang melanggar SOP dan kesalahan bawahan saya itu juga menjadi kesalahan saya.

“Saya bisa memahami apa yang disampaikan, harus dilakukan dengan baik karena menggunakan anggaran yang banyak dan saya akan berikan sanksi siapapun kepada yg melanggar SOP sesuai ketentuan yang berlaku dan Kelemahan RSUD Tenriawaru yang akan perbaiki.”Tegasnya

“Wakil bupati berjanji dihadapan para mahasiswa paling lambat lusa, saya akan rapat dengan direktur rumah sakit beserta stafnya dan jika ada yang lalai dan benar melanggar saya akan berikan sanksi tegas”.tutupnya

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *