Pulang dari Kebun, Petani di Bone Ditemukan Tewas Tengkurap di Sungai

Berita, Daerah, Peristiwa25 Dilihat

 

LEPASNEWS.COM BONE – Warga Dusun Panasae, Desa Tonronge, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di aliran sungai pada Kamis (18/6/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Rise (46), seorang petani yang berdomisili di Dusun Panasae, Desa Tonronge. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.00 WITA dengan posisi tengkurap di sungai, sementara sepeda motor yang digunakannya juga ditemukan terjatuh di lokasi kejadian.

Penemuan tersebut bermula ketika seorang warga yang melintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) melihat sebuah sepeda motor berada dalam posisi jatuh ke sungai. Saat mendekat untuk memastikan kondisi di lokasi, warga tersebut dikejutkan oleh keberadaan seorang pria yang tergeletak kaku di bawah kendaraan tersebut.

Temuan itu segera dilaporkan kepada aparat pemerintah setempat dan pihak kepolisian. Tak lama kemudian, personel Polsek Lappariaja bersama petugas kesehatan tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui baru pulang dari kebun miliknya. Selama ini korban memang kerap menginap di kebun sehingga keluarganya tidak menaruh curiga ketika ia belum kembali ke rumah pada malam sebelumnya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka terbuka pada bagian kepala, bawah mata kiri, serta samping mata kiri. Luka tersebut diduga akibat benturan keras saat korban mengalami kecelakaan di sekitar jembatan yang berada dekat lokasi penemuan.

Pihak kepolisian menduga korban telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan warga. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Kapolsek Lappariaja, IPTU Muh. Suaib, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Lappariaja untuk pemeriksaan awal terhadap korban.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat. Sejumlah masyarakat yang berdatangan ke lokasi tampak menyaksikan proses evakuasi jenazah sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *