Reses di Desa Selli, Irwandi Burhan Serap Aspirasi Warga: Listrik Masuk Sawah hingga UHC Non-Cut Off

LEPASNEWS.COM BONE – Suara masyarakat kembali menemukan ruang untuk didengar. Di tengah hamparan kehidupan warga Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, berbagai harapan disampaikan langsung kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bone, Irwandi Burhan, S.E., dalam agenda reses/temu konstituen Masa Sidang III Tahun 2026, Sabtu (22/8/2026).

Politisi Partai Golkar yang dikenal dengan tagline IBU itu turun langsung menemui masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat lebih dekat persoalan yang masih menjadi kebutuhan warga.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialog. Warga tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga menitipkan sejumlah harapan agar pembangunan di wilayah mereka dapat terus bergerak dan memberikan manfaat nyata.

Salah satu aspirasi yang mencuat adalah ketersediaan jaringan listrik hingga ke kawasan persawahan.

Bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, listrik di area persawahan dinilai bukan sekadar fasilitas penunjang.

Kehadiran listrik di kawasan pertanian diharapkan dapat membantu berbagai aktivitas sekaligus mendorong peningkatan produktivitas petani.

Aspirasi lain yang turut disampaikan warga berkaitan dengan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di sejumlah titik.

Kondisi jalan yang memadai dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, terlebih bagi para petani dalam membawa dan mendistribusikan hasil pertanian. Jalan bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi urat nadi yang menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain infrastruktur, perhatian warga juga tertuju pada sektor kesehatan, khususnya terkait program BPJS Universal Health Coverage (UHC).

Masyarakat berharap pemerintah dapat menerapkan UHC non-cut off, sehingga akses pelayanan kesehatan tetap dapat dinikmati masyarakat tanpa terkendala persoalan administratif kepesertaan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Irwandi Burhan menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial untuk bertemu dengan masyarakat.

Menurutnya, reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan warga dan menjadikannya sebagai bahan dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan.

“Reses ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan tentu akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah,” ujar Irwandi.

Terkait kebutuhan listrik di kawasan persawahan dan pembangunan infrastruktur jalan, Irwandi mengatakan akan mendorong agar persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah melalui pembahasan serta pengawalan di lembaga DPRD Kabupaten Bone.

Sementara untuk aspirasi UHC non-cut off, ia menilai pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapatkan perhatian serius.

“Kesehatan adalah kebutuhan dasar kita ingin masyarakat tidak kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena persoalan administrasi. Karena itu, aspirasi terkait UHC non-cut off ini akan menjadi perhatian kami untuk dikomunikasikan dan diperjuangkan bersama pemerintah,” jelasnya.

Irwandi Burhan (IBU ) berharap seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses tersebut tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas.

Ia menekankan pentingnya mengawal setiap aspirasi melalui mekanisme yang tersedia agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan Kabupaten Bone.

Menurutnya, pembangunan yang baik harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen harus terus dibangun agar kebijakan yang lahir benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi masyarakat ini tidak berhenti di forum reses. Kami akan mengawal dan memperjuangkannya melalui mekanisme yang ada,” pungkasnya.

Reses di Desa Selli pun menjadi gambaran bahwa di balik setiap usulan pembangunan, terdapat kehidupan masyarakat yang sedang menunggu perubahan. Listrik yang diharapkan menyala di persawahan, jalan yang ingin kembali menjadi jalur harapan, hingga layanan kesehatan yang diimpikan tanpa sekat administrasi semuanya menjadi pesan warga yang kini dibawa ke meja perjuangan wakil rakyat.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *