SPBU Cina 75.92720 Disinyalir Melanggar Aturan PT Pertamina, BBM Jenis Solar Dijual Kepada Oknum Mafia Solar 

Daerah125 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE -Diketahui bersama BBM Jenis solar adalah subsidi pemerintah, yang diperuntukan untuk petani, industri kecil,nelayan namun ada beberapa SPBU diduga melanggar aturan PT Pertamina pasalnya terlihat dilapangan yang dominan abtrindi SPBU adalah rata- rata mafia Solar.

Seperti halnya SPBU 75.92720 Cina, Kecamatan Cina (Poros Bone-Sinjai), Kabupaten Bone diduga jadi sarang mafia BBM Subsidi jenis Solar. Sejumlah petani di sekitar SPBU tersebut mengaku resah dengan praktik penyalahgunaan BBM jenis Solar.

Salah seorang warga Kecamatan Cina berinisial DN (identitas dirahasiakan dengan alasan keamanan) mengaku beberapa kali memergoki pengisian BBM Solar ke dalam jerigen pada malam hari. Parahnya kata dia, SPBU tersebut saat itu dalam kondisi gelap dan tertutup.

“Di bagian belakang mereka mengisi kami intip-intip. Sepengetahuan kami ada dua mobil jenis Avanza dan empat mobil Ganmax pikap. Sekitar ratusan jerigen kalau dikalkulasi di mobil-mobil tersebut,” ungkap Dn kepada Wartawan, Kamis (19/10/2023).

Tak hanya itu, DN menyebut dirinya pernah melihat langsung mobil tangki BBM jenis Solar pernah masuk pada sekita pukul 14.00 Wita lalu pada sore hari pihak SPBU memberi papan bicara di depan SPBU menyampaikan bahwa Solar habis.

“Kan, tidak masuk akal, masa baru-baru diisi dengan mobil tangki, sore sudah habis. Kami tidak kebagian. Om saya mau beli Solar untuk traktor katanya Solar sudah habis. Tapi pas malam hari kami intip ada beberapa mobil di dalam sedang mengisi jerigen dalam keadaan gelap. Kan aneh,” kesalnya.

Lebih jauh DN mengungkapkan, dirinya juga pernah berkomunikasi dengan oknum operator SPBU tersebut.

“Lumayan memang nure (sapaan akrab di daerah Bugis yang berarti kemenakan. Red), koe (di sini. Red) biasa 1000 lebih jirgen dikali 5000= Rp5 juta bersih naruntu (pendapatan. Red), nabage (dibagi. Red) 4 (operator SPBU. Red). tallebinna 1 juta nah siesso bawang (lebih 1 juta rupiah per operator SPBU pendapatan dalam sehari),” ungkap DN.

DN berharap pihak berwenang terutama PT Pertamina untuk menindaki dugaan penyalah gunaan BBM bersubsidi tersebut.

Terkait keluhan ini, awak media mencoba mengkonfirmasi pihak pengelola SPBU di Kecamatan Cina tersebut namun belum mendapatkan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *