Warga Watang Palakka, Minta Pemda Tidak Menghilangkan Situs Sejarah di Lokasi Pembangunan Bola Soba

Daerah140 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE- Warga Watang Palakka mendatangi kantor Dinas BMCKTR kabupaten Bone Sulawesi Selatan.Senin (17/04/2024)

maksud kedatangan warga tersebut yakni menyampaikan kepada pihak pemerintah bahwa lokasi pembangunan bola soba ada situs bersejarah berada sejak ratusan tahun lamanya.

Buyung mewakili sekelompok masyarakat setempat yang menamakan dirinya Aliansi Warga Watang Palakka mengapresiasi dan mendukung terwujudnya pembangunan rumah adat Bola Soba tersebut.

Warga Watangpalakka bersama kadis BMCKTR Menyampaikan Situs Sejarah yg ada di lokasi pembangunan bola soba 17/04/2023

Meski begitu, Buyung mewakili masyarakat setempat mengajukan permintaan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Bone bahwa ada satu titik di lokasi tersebut merupakan situs sejarah yang harus di beri tanda.

diketahui sebelumnya situs bersejarah tanda lubang “Akkaliring” kurang lebih 40 titik berada di lokasi pembangunan bola soba jika situs itu dihilangkan sangatlah disyangkan.

lanjut Buyung “jika situs sejarah itu harus rata dengan bangunan perencanaan bola soba tentunya saya minta ada tanda sejenis prasasti yang menerangkan ada situs bersejarah ditempat tersebut. ucapnya”.

“Ini adalah situs tanda lubang Akkaliring jaman kerajaan dulu dan mudah-mudahan misalkan rumah terbangun di situ kita sisakan satu lubang itu atau tanda itu sebagai history/sejarah bahwa memang pernah ada rumah kerajaan Palakka dahulu pada jaman Latenritatta dan itu dihuni sampai 7 generasi sebelum latenritatta di lokasi itu sudah dihuni 7 turunan atau 7 kerajaan raja itu,” terang Buyung saat ditemui di kantor Dinas BMCKTR Bone.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DBMCKTR) Kabupaten Bone, Askar menanggapi bahwa hal tersebut akan mengkomunikasikan hal tersebut bersama Dinas Kebudayaan.

“Karena begitukan, Dinas Kebudayaan punya, saya posisinya sebagai membangun. Adapun situs-situs seperti itu bisa dibicarakan dengan kebudayaan,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya.tutupnya

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *