LEPASNEWS.COM BONE – Suasana persawahan di Dusun Binuang, Desa Binuang, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendadak berubah mencekam pasalnya sebuah combine harvester atau mesin pemotong padi senilai sekitar Rp300 juta ditemukan hangus terbakar setelah semalaman ditinggalkan di tengah sawah.
Mesin milik Sukirman (42), warga Dusun Tinco, Desa Mario, Kecamatan Libureng, tersebut diduga sengaja dibakar oleh orang tak dikenal.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Namun, kondisi mesin baru diketahui beberapa jam kemudian ketika operator bernama Asri datang ke lokasi untuk kembali bekerja.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan membenarkan adanya laporan dugaan pengrusakan dan pembakaran alat pemotong padi tersebut.
“Iya, laporan sudah kami terima. Saat ini Resmob Satreskrim Polres Bone bersama Polsek Libureng masih melakukan penyelidikan,” kata AKP Ananda saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (18/8/2026).
Ditinggal Semalaman di Tengah Sawah
Kejadian bermula pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.
Saat itu, Asri masih mengoperasikan combine harvester untuk memanen padi di area persawahan milik Maruddin.
Setelah pekerjaan selesai, mesin pemotong padi tersebut kemudian diparkir dan ditinggalkan di tengah area persawahan.
Asri baru kembali ke lokasi pada Senin sekitar pukul 07.00 Wita untuk melanjutkan pekerjaan.Namun, pemandangan yang ditemuinya membuatnya terkejut.
Combine harvester yang sebelumnya digunakan untuk memanen padi telah hangus terbakar. Bagian mesin dan sejumlah komponen terlihat mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian kerugian Ditaksir Rp300 Juta
Combine yang terbakar diketahui merupakan mesin pemotong padi merek Yanmar AW 70. Alat tersebut merupakan aset milik Sukirman dengan nilai sekitar Rp300 juta.
Kebakaran itu membuat korban mengalami kerugian besar karena mesin yang digunakan untuk mendukung aktivitas panen tersebut mengalami kerusakan berat.
Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan bersama Polsek Libureng dan Resmob Satreskrim Polres Bone.
Polisi Dalami Motif dan Cari Pelaku
AKP Ananda mengatakan, hingga saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan dari korban dan para saksi serta memeriksa sejumlah petunjuk yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
“Pelaku masih dalam lidik. Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap siapa pelakunya dan apa motifnya,” ujarnya.
Polisi masih mendalami bagaimana api pertama kali muncul, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Hingga Selasa (18/8/2026), pelaku maupun motif dugaan pembakaran belum diketahui. Kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.
Polisi Kejar Titik Terang
Pembakaran mesin pertanian di tengah sawah ini kini menjadi perhatian karena kerugian yang ditimbulkan cukup besar.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku, bagaimana aksi pembakaran dilakukan, serta apa motif di baliknya.(*)







