LEPASNEWS.COM.BONE– Semangat menuntut ilmu di Pondok Pesantren Modern Al-Ma’arif tidak hanya diwarnai dengan pengenalan lingkungan pesantren pada kegiatan Masa Ta’aruf Santri/Murid, tetapi juga dibekali dengan edukasi penting tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. kamis (16/07/2026)
Kegiatan tersebut menghadirkan Forbes Anti Narkoba sebagai pemateri untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada para santri agar menjadi generasi yang tangguh dan bebas dari narkoba.
Kegiatan yang diikuti oleh para santri baru itu menjadi bagian dari pembentukan karakter, akhlak, dan kepedulian terhadap ancaman narkotika yang kini dapat menyasar berbagai kalangan, termasuk remaja usia sekolah.
Edukasi pencegahan di lingkungan pesantren dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat benteng moral santri.
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ma’arif, Syahruddin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Forbes Anti Narkoba yang telah meluangkan waktu untuk memberikan edukasi kepada para santri dalam rangka Masa Ta’aruf Santri/Murid.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Forbes Anti Narkoba, H. Andi Singke Rukka, beserta tim yang telah hadir memberikan penyuluhan kepada para santri. Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal pengetahuan yang sangat berharga bagi para santri agar memahami bahaya narkoba dan memiliki komitmen kuat untuk menjauhinya. Santri harus menjadi generasi yang sehat, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan dalam mengampanyekan hidup tanpa narkoba,” ujar Syahruddin.
Ia menambahkan, pihak pesantren berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam upaya membentengi para santri dari pengaruh negatif, khususnya penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, “pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan harus berjalan beriringan dengan edukasi tentang bahaya narkotika agar para santri mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi penerus bangsa” tutupnya
Ketua Umum Forbes Anti Narkoba, H. Andi Singke Rukka, dalam pemaparannya mengingatkan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan, keluarga, dan cita-cita generasi muda.
“Santri adalah calon pemimpin umat. Jangan pernah memberi ruang sedikit pun bagi narkoba untuk masuk ke lingkungan pesantren maupun kehidupan pribadi. Bentengi diri dengan iman, ilmu, dan pergaulan yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, pemateri Muhammad Syamsuddin menjelaskan berbagai jenis narkoba, modus peredarannya, hingga dampak buruk yang ditimbulkan terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial.
Ia juga mengajak para santri agar berani menolak setiap ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika serta menjadi pelopor dalam menyebarkan pesan hidup sehat dan bebas narkoba.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para santri tampak antusias mengikuti materi, berdiskusi, dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar bahaya narkoba serta langkah-langkah pencegahannya.
Melalui kegiatan Masa Ta’aruf ini, Pondok Pesantren Modern Al-Ma’arif bersama Forbes Anti Narkoba berharap para santri tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang unggul dalam ilmu agama dan pengetahuan, tetapi juga memiliki keteguhan moral untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Edukasi sejak awal masa pendidikan di pesantren diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi yang berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dalam memerangi bahaya narkoba.













