Bukan Sekadar Bantuan, Baznas Bone Dorong 25 Mustahik Bangkit dan Mandiri Lewat Modal Usaha

Berita, Daerah, Sosial51 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE –  Di tengah perjuangan pelaku usaha kecil mempertahankan roda ekonomi keluarga, secercah harapan kembali hadir. Sebanyak 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergolong mustahik menerima bantuan modal usaha produktif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone.

Bantuan tersebut bukan sekadar suntikan modal. Di balik penyerahannya, terselip harapan agar para penerima manfaat mampu bangkit, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan perlahan keluar dari keterbatasan ekonomi.

Bantuan modal usaha produktif itu diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Bone, H. Sainal Abidin, didampingi Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Rusmin Igho serta Wakil Ketua Bidang SDM dan Administrasi H. Ihsan Abdullah.

Dalam arahannya, H. Sainal Abidin mengingatkan para penerima bantuan agar tidak memandang bantuan tersebut hanya sebagai pemberian, tetapi sebagai amanah yang harus dikelola dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.

Ia mengajak para mustahik untuk meyakini bahwa rezeki yang telah ditetapkan Allah SWT tidak akan pernah tertukar.

“Sebagai mustahik, kita patut bersyukur karena mendapat rezeki dari Allah melalui Baznas. Kita harus yakin bahwa rezeki ini tidak akan tertukar,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan yang diterima harus dimanfaatkan secara produktif untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kehidupan keluarga.

Namun, bagi H. Sainal Abidin, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal. Kedisiplinan dan kemampuan mengelola keuangan menjadi kunci penting agar usaha mampu bertahan dan berkembang.

Ia mengingatkan para penerima bantuan agar tidak mencampur uang hasil usaha dengan uang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja sehari-hari.

“Supaya usaha kita berkembang, ketika ingin sukses kuncinya adalah disiplin serta bagaimana kita bisa me-manage keuangan dengan baik, agar tidak mencampuradukkan uang hasil usaha dengan uang belanja sehari-hari,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting bagi para pelaku UMKM yang tengah membangun usaha dari skala kecil.

Modal yang diberikan diharapkan tidak habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi terus diputar sehingga menghasilkan pendapatan dan memberikan manfaat jangka panjang.

Tak hanya memberikan modal, Baznas Kabupaten Bone juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan usaha para penerima bantuan.

Pemantauan itu dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan usaha setelah memperoleh modal produktif sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan dampak bagi kehidupan penerima manfaat.

Dari Zakat untuk Menggerakkan Ekonomi

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian Baznas Kabupaten Bone, Rusmin Igho, menegaskan bahwa bantuan tersebut bukanlah bantuan pribadi dari seseorang.

Menurutnya, modal usaha yang disalurkan merupakan bagian dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun Baznas dari masyarakat, kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya.

“Pada prinsipnya, ini bukan bantuan dari siapa-siapa, melainkan dari zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan oleh Baznas,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap penerima bantuan yang nantinya berhasil mengembangkan usahanya dapat kembali mengambil bagian dalam gerakan berbagi melalui infak dan sedekah.

Dengan demikian, kebaikan tidak berhenti pada 25 penerima manfaat hari ini. Bantuan tersebut diharapkan menjadi awal dari rantai kebermanfaatan yang terus bergerak dari satu keluarga kepada keluarga lainnya.

“Agar usaha kita mendapat berkah, diharapkan juga untuk berinfak, agar masyarakat lain juga bisa mendapat berkah seperti yang kita rasakan hari ini,” tutupnya.

Harapan dari Seorang Penerima Bantuan

Bagi Hj. Nur, salah seorang penerima bantuan modal usaha, perhatian yang diberikan Baznas Kabupaten Bone menjadi penyemangat untuk terus menjalankan dan mengembangkan usaha yang selama ini digelutinya.

Ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut dan berharap modal yang diterimanya dapat menjadi jalan untuk meningkatkan usahanya sekaligus memberikan keberkahan bagi keluarganya.

“Alhamdulillah, semoga dengan bantuan ini usaha saya bisa semakin berkembang dan mendapat berkah. Terima kasih juga kepada Baznas yang telah menyerahkan bantuan ini,” ujarnya.

Program bantuan modal usaha produktif tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi 25 mustahik penerima bantuan, modal yang disalurkan hari ini bukan hanya soal nominal yang diterima. Ada harapan yang ikut dititipkan: usaha tetap berjalan, pendapatan keluarga meningkat, dan kehidupan perlahan menjadi lebih baik.

Sebab, tujuan akhir dari bantuan bukan sekadar membuat mustahik mampu bertahan, tetapi mendorong mereka untuk tumbuh, mandiri, dan suatu hari mampu menjadi pihak yang ikut berbagi kepada sesama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *