Dini Hari Pappolo Memanas, Polisi Kejar 15 Pemuda dan Temukan Narkotika Jenis Sinte

Berita, Daerah, Hukrim60 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE- Ketika sebagian warga masih terlelap menyambut fajar kemerdekaan, suasana berbeda justru pecah di kawasan Pappolo, Kabupaten Bone. Dini hari yang seharusnya sunyi berubah menjadi riuh oleh kejar-kejaran pemuda dan kabar perkelahian yang membuat warga resah.

Informasi mengenai perkelahian antar pemuda diterima aparat kepolisian pada Senin, 17 Agustus 2026 sekitar pukul 03.30 WITA. Tim gabungan Unit Resmob Sat Reskrim dan Unit IV Sat Intelkam Polres Bone kemudian bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi.

Dalam laporan kepolisian, lokasi kejadian disebut berada di Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang , Kabupaten Bone.

Setibanya dalam perjalanan menuju lokasi, tim gabungan justru berpapasan dengan sekelompok pemuda yang disebut berjumlah sekitar 15 orang dan mengendarai sepeda motor secara berboncengan.

Kelompok tersebut diduga berkaitan dengan peristiwa perkelahian yang sebelumnya diinformasikan masyarakat. Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap sejumlah pemuda yang berusaha meninggalkan lokasi.

Dalam pengejaran tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial RR (18). Berdasarkan laporan polisi, dari pemeriksaan awal terhadap pemuda tersebut ditemukan sejumlah barang yang kemudian diamankan sebagai barang bukti.

Barang tersebut berupa satu sachet plastik bening berisi bahan yang disebut sinte, satu buah lem Fox, serta satu unit sepeda motor Honda Genio warna hitam tanpa pelat nomor.

Polisi juga menerima informasi bahwa sebelum kedatangan petugas, kelompok pemuda yang terlibat perkelahian disebut saling melempar batu dan saling mengejar dengan dugaan membawa senjata tajam jenis badik.

Namun, keterlibatan pemuda yang diamankan dalam aksi perkelahian maupun kepemilikan barang tersebut masih merupakan bagian dari proses penyelidikan dan penyidikan.

Asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga terdapat keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan, S.Tr.K., S.I.K., M.A.P., melalui kegiatan yang dipimpin Aiptu Tahir, menindaklanjuti informasi masyarakat tersebut dengan mengerahkan unit reaksi cepat untuk mengantisipasi situasi berkembang dan menjaga keamanan masyarakat.

Terduga yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolres Bone untuk menjalani pemeriksaan dan pengusutan lebih lanjut.

Dini hari itu meninggalkan cerita lain di tengah perayaan kemerdekaan. Saat Merah Putih berkibar menyambut 17 Agustus, aparat justru harus memburu bayang-bayang keresahan di jalanan.

Di satu sisi, kemerdekaan dirayakan dengan harapan dan kegembiraan. Namun di sisi lain, ketertiban menjadi harga yang tak boleh ditawar.

Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana setiap warga mampu menjaga ruang hidupnya tetap aman, damai dan jauh dari kekerasan.

Dan di balik sirene, langkah pengejaran serta barang bukti yang diamankan, terselip pesan sederhana: malam boleh gelap, tetapi hukum harus tetap menyalakan cahaya.(*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *