LEPASNEWS.COM BONE- Merah putih kembali berkibar gagah di langit Bumi Arung Palakka. Semangat kemerdekaan mengalir di halaman Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Bone, Jalan Reformasi, saat jajaran Kemenhaj Bone menggelar upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Di balik barisan yang berdiri tegap dan kibaran Sang Saka, terselip pesan tentang perjuangan, pengabdian, serta tanggung jawab untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Semangat itu kemudian berlanjut dalam suasana yang lebih meriah. Kemenhaj Bone menggelar sejumlah perlombaan yang melibatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Kabupaten Bone.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antara jajaran Kemenhaj Bone dengan KBIHU yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan dan pembinaan calon jemaah haji.
Kepala Kemenhaj Bone, Rafi As’ad, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan semata.
Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan amanah yang perlu diisi dengan kebersamaan, pelayanan dan pengabdian.
“Harapan kita, melalui kegiatan ini terbangun kebersamaan dan silaturahmi antara Kemenhaj Bone dan seluruh KBIHU se-Kabupaten Bone.
Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal positif dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rafi As’ad.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi seluruh pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pembinaan dan pendampingan jemaah haji.
Dari halaman kantor di Jalan Reformasi, pesan kemerdekaan itu terasa sederhana namun kuat: merdeka bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi tentang bagaimana setiap insan meneruskan perjuangan itu melalui kerja, kebersamaan dan pengabdian.
Di tengah semarak merah putih, perlombaan pun menjadi simbol kecil tentang persatuan. Tawa dan kebersamaan berpadu dengan semangat kompetisi, membuktikan bahwa kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang sederhana, hangat dan penuh makna.
Sebab, kemerdekaan bukan sekadar angka 81 tahun yang terukir dalam sejarah. Ia adalah napas panjang perjuangan yang harus terus dijaga—dengan persatuan, pelayanan dan pengabdian.Merdeka! (*)







