LEPASNEWS.COM.MAKASSAR – Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari kawasan Asrama TNI Mattoanging, Jalan Opu Daeng Risaju, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/9/2026) siang. Dalam hitungan waktu, kobaran api membesar dan melahap puluhan rumah yang menjadi tempat tinggal keluarga prajurit TNI.
Sedikitnya 35 rumah terdampak dalam kebakaran hebat tersebut. Bangunan yang sebelumnya menjadi tempat tinggal warga kini sebagian besar hanya menyisakan puing, dinding menghitam, serta barang-barang yang tak sempat diselamatkan.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 Wita.
Kobaran api membuat suasana di sekitar Jalan Opu Daeng Risaju mendadak panik. Warga berhamburan, sementara pengendara dan pejalan kaki yang melintas di depan lokasi ikut menyaksikan kepulan asap tebal dari kawasan asrama.
Upaya pemadaman berlangsung dengan mengerahkan puluhan armada pemadam kebakaran dan 78 personel. Bantuan juga datang dari water canon milik Brimob untuk mempercepat proses penjinakan api.
Api akhirnya berhasil dikuasai setelah petugas berjibaku sekitar 30 menit sejak proses pemadaman dilakukan. Meski demikian, kobaran api sebelumnya telah membuat sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah.
Sempat Mati Lampu, Kemudian Listrik Menyala
Di tengah kepanikan tersebut, muncul dugaan bahwa kebakaran bermula setelah terjadi pemadaman listrik.
Seorang warga sekitar bernama Anti menuturkan, kawasan asrama sempat mengalami mati lampu. Tak lama setelah listrik kembali menyala, warga kemudian dikejutkan dengan teriakan kebakaran.
“Memang tadi mati lampu, Pak, tapi setelah menyala, ada mi ribut-ribut, teriak kebakaran,” tutur Anti.
Keterangan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Fadli Wellang. Ia menyebut dugaan awal kebakaran berasal dari korsleting listrik pada salah satu rumah dari 35 rumah yang terdampak.
“Sempat mati lampu, lalu menyala dan terjadi kebakaran,” kata Fadli.
Namun, Fadli menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Investigasi lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui titik awal serta penyebab pasti munculnya api.
Penyebab Masih Dalam Penyelidikan
Dugaan korsleting listrik setelah listrik kembali menyala masih sebatas perkiraan berdasarkan informasi yang diterima dari warga di lokasi.
Menariknya, berdasarkan informasi jadwal pemadaman bergilir yang disebut dirilis PLN Wilayah Sulsel pada Selasa (1/9/2026), kawasan Jalan Opu Daeng Risaju, Kecamatan Mamajang, tidak tercantum sebagai wilayah yang mendapat jadwal pemadaman bergilir pada hari tersebut.
Sementara itu, pemadaman listrik sebelumnya dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Cendrawasih, Kecamatan Mamajang, pada Senin (31/8/2026), yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan infrastruktur untuk peningkatan kualitas layanan.
Karena itu, hubungan antara pemadaman listrik dan kebakaran di Asrama TNI Mattoanging belum dapat disimpulkan. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Kebakaran tersebut menjadi peristiwa yang mengguncang warga sekitar. Dalam waktu singkat, puluhan rumah yang dihuni keluarga prajurit TNI berubah menjadi puing.
Sementara petugas pemadam dan personel Brimob terus berjibaku memastikan kobaran api benar-benar padam dan tidak kembali merambat ke bangunan lainnya.(*)













