LEPASNEWS.COM, BONE – Di tengah lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, suasana Maulid Nabi di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Kamis (3/9/2026), terasa berbeda.
Momentum yang biasanya menjadi ruang untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW itu kali ini juga menjadi panggung kepedulian sosial. Dari masjid, pesan tentang akhlak dan persaudaraan berpadu dengan kepedulian kepada kaum dhuafa serta kesadaran warga menunaikan zakat dari hasil pertanian.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar di Masjid Baiturrahman tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi yang Beriman, Berakhlak dan Bersatu.”
Sejumlah unsur Forkopimcam Sibulue hadir dalam kegiatan tersebut. Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM., turut hadir bersama Camat Sibulue Zainal Abidin, S.Sos., Kapolsek, Danramil, Pimpinan Baznas Bone Rusmin Igho, SH., serta Kepala Desa Massenrengpulu Najamuddin, S.Ag.
Hikmah Maulid disampaikan oleh KH. Nandar Trijaya, S.Pd.I., MA., Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an (PPTQ) Ulul Albab Bone.
Ada satu momen yang menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut. Pemerintah Desa Massenrengpulu menyerahkan zakat maal pertanian warga senilai kurang lebih Rp15 juta kepada Baznas Kabupaten Bone.
Penyerahan zakat itu menjadi penanda bahwa sebagian warga telah menunaikan kewajibannya setelah melewati masa panen raya.
Namun, Kepala Desa Massenrengpulu Najamuddin mengakui kesadaran warga dalam mengeluarkan zakat hasil pertanian masih perlu terus ditingkatkan.
Ia berharap momentum Maulid tidak hanya berhenti pada kemeriahan acara, tetapi mampu mengetuk kesadaran masyarakat untuk berbagi dari rezeki yang diperoleh.
“Terima kasih kami haturkan kepada segenap masyarakat Desa Massenrengpulu yang telah menunaikan zakat maalnya. Semoga Allah membalas sesuai dengan amalan ibadah kita,” ujar Najamuddin.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Maulid tahun ini memang dibuat berbeda. Selain menghadirkan unsur Forkopimcam, pemerintah desa juga mengundang Wakil Bupati Bone untuk bersama-sama menyaksikan sekaligus memberikan penguatan kepada masyarakat.
Kepedulian sosial juga terlihat melalui penyerahan 10 paket sembako dari Baznas Kabupaten Bone kepada kaum dhuafa.
Pimpinan Baznas Bone Rusmin Igho mengatakan, zakat maal pertanian yang diserahkan warga Massenrengpulu merupakan amanah dari para muzakki yang memiliki kewajiban menunaikan zakat hasil pertanian.
“Zakat maal pertanian yang diserahkan tadi kurang lebih Rp15 juta ini bersumber dari para muzakki yang wajib menyalurkan zakat pertanian. Pada prinsipnya Baznas sangat berterima kasih telah dipercayakan untuk mengumpulkan zakat maal,” kata Rusmin.
Ia menegaskan, amanah zakat tersebut akan dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Baznas Bone juga menyalurkan 50 paket sembako di Kecamatan Cina yang bersumber dari dana zakat, infak dan sedekah.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin mengatakan, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan tahunan. Lebih jauh, peringatan tersebut harus menjadi ruang untuk melakukan refleksi diri dan mempererat silaturahmi.
“Alhamdulillah kita semua masih diberi kesehatan untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum ini menjadi refleksi diri untuk meneladani sifat Rasulullah, dan yang terpenting adalah silaturahminya,” kata Andi Akmal.
Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone, Andi Akmal juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan masjid hanya ramai ketika ada kegiatan keagamaan.
“Jangan hanya digunakan dalam kegiatan, tetapi hati kita harus tetap terpaut dengan masjid,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Akmal turut menyampaikan arah pembangunan Kabupaten Bone di bawah pemerintahan BerAmal.
Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya berpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus dirasakan masyarakat hingga ke pelosok desa.
“Alhamdulillah, selama satu setengah tahun BerAmal, bersama Bapak Bupati Andi Asman Sulaiman, kita telah mewujudkan visi dan misi pemerataan pembangunan, utamanya jalan yang telah dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.
Namun, menurutnya, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup, pembangunan manusia, terutama dalam aspek keimanan, akhlak dan karakter, harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik.
” Jangan hanya membangun fisik saja, infrastruktur dan sebagainya. Yang utama adalah membangun keimanan umat yang berkarakter di Kabupaten Bone,” tegasnya.
Andi Akmal juga meminta masyarakat terus bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT serta mendoakan pemerintah agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.
“Tentu masih banyak yang perlu kami kerjakan, bagaimana menghadirkan Bone yang berkah karena manusianya pandai bersyukur. Karena begitu banyak nikmat yang telah kita rasakan, serta memohon doa agar kami selalu diberi kesehatan sehingga mampu membawa Bone lebih baik,” katanya.
Pada akhirnya, Maulid di Massenrengpulu meninggalkan pesan yang lebih panjang dari sekadar satu hari peringatan.
Dari masjid, warga diajak meneladani akhlak Rasulullah. Dari hasil panen, sebagian rezeki dikembalikan kepada yang berhak. Dan dari kebersamaan itu, terselip harapan agar kehidupan masyarakat semakin beriman, peduli dan saling menguatkan.
Sebab, keberkahan sebuah panen bukan hanya tentang seberapa banyak hasil yang dibawa pulang, tetapi juga tentang seberapa ikhlas sebagian rezeki dibagikan kepada sesama.(*)







