Nonton Kemah Malah Jadi Korban Keroyokan, Tiga Terduga Pelaku Diamankan Buser Bone

Berita, Daerah, Hukrim9 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE- Niat seorang pelajar berinisial AS (16) datang ke lapangan untuk menyaksikan kegiatan perkemahan pada Jumat malam (14/8/2026), justru berujung pada kejadian yang jauh dari kata “kemah-kemah biasa”.

Sekitar pukul 22.00 WITA, AS diduga menjadi korban penganiayaan secara bersama-sama di Lapangan Lingkungan Tumbae, Kelurahan Tokaseng, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone.

Bukannya pulang membawa cerita serunya kegiatan perkemahan, korban justru harus membawa sejumlah luka setelah diduga dipukul, ditendang, hingga diinjak-injak oleh sejumlah orang.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan mengatakan, perkara tersebut dilaporkan melalui LP/B/512/VIII/2026/SPKT/Polres Bone/Polda Sulawesi Selatan.

Menurut keterangan polisi, kejadian bermula ketika korban berada di lokasi untuk menyaksikan kegiatan perkemahan. Korban kemudian didatangi para terduga pelaku.

Situasi yang semestinya menjadi malam untuk menikmati kegiatan perkemahan berubah menjadi aksi kekerasan. Korban diduga mendapat pukulan menggunakan tangan yang mengepal, tendangan, serta diinjak secara berulang.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka. Di antaranya bengkak pada bagian belakang kepala, luka berdarah pada telinga kiri dan bibir, luka lecet pada dagu dan siku kanan, serta rasa sakit pada bagian leher.

Ayah korban, MS (48), kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Bone bersama personel Polsek Tellu Siattinge. Tim melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya mengamankan tiga orang yang diduga terlibat.

Ketiganya masing-masing berinisial MF (20), MM (15), dan MAR (16). Dua dari tiga terduga pelaku masih berstatus anak.

“Tiga terduga pelaku berhasil diamankan Resmob. Mereka berinisial MF (20), MM (15), dan MAR (16). Dua di antaranya masih berstatus anak di bawah umur,” kata AKP Ananda.

Dalam pemeriksaan awal, ketiga terduga pelaku disebut mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban secara bersama-sama.

Kini ketiganya telah diamankan di Polres Bone untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif serta rangkaian kejadian yang melatarbelakangi penganiayaan tersebut.

Malam yang awalnya hanya ingin menjadi penonton kegiatan perkemahan itu pun berakhir dengan urusan berbeda. Polisi mengingatkan bahwa persoalan apa pun semestinya diselesaikan tanpa kekerasan.

Sebab, kalau niat awalnya hanya datang menonton, jangan sampai yang dibawa pulang justru perkara pidana.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *