Oleh: Irham Ihsan, Ketua Forbes Kecamatan Cenrana, Bone
LepasNews.Com. Cenrana -Perjuangan melawan narkoba bukanlah jalan yang selalu mudah. Ia membutuhkan keberanian untuk berkata tidak, keteguhan untuk mengingatkan sesama, serta komitmen untuk menjaga generasi muda dari ancaman barang terlarang yang dapat merusak masa depan.
Ketua Forbes Kecamatan Cenrana, Irham Ihsan, menegaskan bahwa perang terhadap narkoba harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Menurutnya, ketika seseorang telah memilih jalan kebenaran, maka tidak boleh ada ruang untuk menyerah atau berbalik arah.
Semangat itu ia gambarkan melalui sebuah pesan Bugis yang sarat makna:
“Pura babbara’ sompekku, pura tangkisi’ golikku, ulebbirenni tellenngé nato’walié.”
Yang berarti, “Layarku telah terkembang, kemudiku telah kukencangkan; lebih baik tenggelam daripada berbalik arah.”
Bagi Irham, ungkapan tersebut bukan sekadar rangkaian kata. Ia merupakan simbol keteguhan hati dalam menghadapi perjuangan panjang melawan narkoba.
“Sekali bertekad, lawan narkoba sampai tuntas,” menjadi pesan yang menggambarkan sikap Forbes Kecamatan Cenrana dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.
Menurutnya, narkoba bukan hanya persoalan individu. Dampaknya dapat menjalar ke dalam keluarga, lingkungan sosial, bahkan mengancam masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Melawan narkoba berarti menjaga keluarga. Melawan narkoba berarti menjaga lingkungan. Dan melawan narkoba berarti menyelamatkan masa depan anak-anak bangsa.
Irham mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam ketika melihat adanya ancaman narkoba di lingkungan sekitar. Keberanian untuk mengingatkan, keberanian untuk menolak, dan keberanian untuk melaporkan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
Ia juga menekankan bahwa menjaga diri dari narkoba bukan semata-mata pilihan pribadi. Lebih dari itu, merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap keluarga, masyarakat, dan bangsa.
“Lebih baik menghadapi tantangan dalam mempertahankan kebenaran daripada menyerah pada jalan yang membawa kehancuran,” demikian pesan Irham.
Perjuangan itu mungkin panjang. Jalannya mungkin penuh tantangan. Namun, ketika masyarakat berdiri dalam satu tekad, tidak ada perjuangan yang sia-sia.(*)







