LEPASNEWS.COM BONE – Setelah delapan tahun terhenti, semangat sepak bola kembali membara di Desa Cabbeng. Turnamen sepak bola Cabbeng Cup III resmi dibuka pada Selasa, 13 Oktober 2026, menghadirkan atmosfer kebersamaan, persaudaraan, dan harapan baru bagi masyarakat pecinta sepak bola.
Sebanyak 22 tim akan bersaing selama 13 hari dalam turnamen yang mengusung tema “Junjung Tinggi Sportivitas Antar Pemain.” Ajang ini bukan sekadar perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi panggung untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat.
Terakhir kali turnamen tersebut digelar pada 2018. Kini, setelah penantian panjang selama delapan tahun, Cabbeng Cup kembali hadir membawa gairah olahraga yang telah lama dinantikan masyarakat.
H. Andi Muawiyah Ramli Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB Buka Turnamen dengan Tendangan Pertama
Pembukaan Cabbeng Cup III berlangsung dengan penuh semangat. H. Andi Muawiyah Ramli sapaan Akrab Puang Amure secara resmi membuka turnamen dengan melakukan tendangan bola pertama di lapangan, menandai dimulainya persaingan antartim dalam kompetisi tersebut.
Kehadiran tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan dalam pembukaan ini menambah makna tersendiri bagi penyelenggaraan turnamen tersebutvl.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kapolsek, Danramil turut hadir, bersama Wakil Ketua DPRD, Khaerul Amran dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta Wakil Ketua DPRD Asrullah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Momentum ini menjadi simbol bahwa olahraga dapat menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan untuk membangun kebersamaan tanpa sekat perbedaan.
Swadaya Warga Terkumpul Rp80 Juta, Dukungan H. Andi Muawiyah Ramli Rp40 Juta yang menjadi total Hadiah Cabbeng Cup III.
Di balik terselenggaranya Cabbeng Cup III, terdapat semangat gotong royong masyarakat yang patut diapresiasi.
Kepala Desa Cabbeng, Hasyim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan turnamen didukung dana swadaya masyarakat yang terkumpul kurang lebih Rp80 juta.
Dukungan juga datang dari H. Andi Muawiyah Ramli yang membantu sebesar Rp40 juta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai hadiah total turnamen Cabbeng Cup III Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Khaerul Amran turut memberikan bantuan berupa baju untuk panitia penyelenggara.
Dukungan tersebut menjadi gambaran kuatnya kepedulian berbagai pihak terhadap perkembangan olahraga dan kebersamaan masyarakat Desa Cabbeng.
Bagi warga, turnamen ini bukan hanya tentang berapa besar hadiah yang diperebutkan.
Lebih dari itu, Cabbeng Cup III merupakan bukti bahwa kerja sama dan semangat swadaya mampu menghidupkan kembali kegiatan olahraga yang sempat terhenti bertahun-tahun.
Camat H. Amirat: Junjung Sportivitas, Jaga Kedamaian
Pesan penting juga disampaikan Camat H. Amirat yang mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga suasana tetap damai selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, persaingan di lapangan merupakan bagian dari dunia olahraga. Namun, semangat kompetisi tidak boleh berubah menjadi permusuhan yang merusak hubungan antarpemain maupun antarsuporter.
Setiap tim diharapkan mampu menunjukkan permainan terbaik, menghormati keputusan wasit, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, serta menjaga persaudaraan meskipun berbeda seragam dan dukungan.
Sebab, kemenangan sejati bukan hanya ketika sebuah tim berhasil mengangkat trofi, melainkan ketika seluruh peserta mampu menyelesaikan pertandingan tanpa kehilangan rasa hormat terhadap lawan.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Kembalinya Cabbeng Cup setelah delapan tahun menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Cabbeng. Selama 13 hari ke depan, lapangan akan menjadi tempat perjuangan, harapan, dan pembuktian kemampuan bagi 22 tim yang berlaga.
Di tengah sorak-sorai penonton dan ketatnya persaingan, ada pesan yang jauh lebih besar untuk dijaga: sepak bola harus menyatukan, bukan memecah belah.
Cabbeng Cup III diharapkan tidak hanya melahirkan juara di lapangan, tetapi juga menumbuhkan bibit-bibit pesepak bola berbakat, memperkuat persaudaraan, serta menghidupkan kembali budaya olahraga di tengah masyarakat.
Kini, peluit pertandingan telah kembali menggema di Cabbeng. Setelah penantian panjang sejak 2018, masyarakat kembali memiliki alasan untuk berkumpul, bersorak, dan merayakan kebersamaan.
Cabbeng Cup III telah dimulai.
Bertandinglah dengan penuh semangat, raihlah kemenangan dengan terhormat, dan pulanglah sebagai saudara.
Karena pada akhirnya, trofi bisa berpindah tangan, tetapi persaudaraan dan kedamaian harus tetap menjadi pemenang.








