Tangis Bocah Pecah di Halaman Masjid, Kepala Robek Usai Diduga Dianiaya

Berita, Daerah, Hukrim41 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – Peristiwa yang memicu keprihatinan publik terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seorang bocah laki-laki berinisial MFA (8) diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria dewasa di halaman masjid hingga mengalami luka robek di bagian kepala dan harus menjalani dua jahitan di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi di Masjid Jannatul Firdaus, Kompleks Perumahan Biru Indah Permai, Jalan Andi Malla, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, pada Selasa sore (4/8/2026).

Dugaan penganiayaan itu menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman CCTV masjid yang memperlihatkan detik-detik kejadian beredar luas di media sosial.

Berdasarkan rekaman CCTV, sejumlah anak terlihat bermain di halaman masjid sebelum mengikuti kegiatan mengaji.

Beberapa saat kemudian, seorang pria dewasa yang tidak mengenakan baju datang menghampiri mereka dengan kondisi emosi.

Pria tersebut diduga langsung menendang korban hingga tubuh bocah itu terpental dan kepalanya membentur dinding masjid. Setelah meninggalkan lokasi, pelaku disebut kembali mendatangi korban. Melihat pelaku datang lagi, korban berusaha menyelamatkan diri sementara pelaku sempat mengejarnya.

Orang tua korban, Ade Imma Syakira (30), mengungkapkan bahwa anaknya baru tiba di masjid untuk mengikuti kegiatan mengaji ketika insiden itu terjadi.

“Sesampainya di masjid, teman-temannya bermain. Kemudian salah satu temannya melempar sesuatu ke luar dan mengenai rumah pelaku. Tidak berselang lama pelaku datang sambil marah-marah dan menendang wajah anak saya sampai terbentur ke tembok. Padahal bukan anak saya yang melempari rumahnya,” ujar Ade saat ditemui di kediamannya, Rabu (5/8/2026).

Ade mengaku tidak berada di lokasi karena sedang bekerja. Ia mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat telepon dari suaminya.

“Suami saya menelepon dan meminta saya pulang. Katanya anak saya dipukuli sampai kepalanya bocor. Saat tiba di rumah, saya melihat anak saya menangis dan berlumuran darah. Saya langsung membawanya ke RS Pancaitana untuk mendapat perawatan. Kepalanya bocor dan harus dijahit dua jahitan,” tuturnya.

Merasa keberatan atas kejadian tersebut, pihak keluarga kemudian melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone.

“Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya. Semoga pelaku segera diamankan agar kejadian seperti ini tidak terulang kepada anak-anak lainnya,” harap Ade.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, membenarkan bahwa laporan dari keluarga korban telah diterima dan sedang ditindaklanjuti.

“Betul, kami sudah menerima laporan dari orang tua korban. Saat ini pelakunya masih dalam penyelidikan,” ujar Iptu Rayendra saat dikonfirmasi.

Polres Bone kini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi serta barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan peristiwa tersebut. Aparat juga berupaya mengungkap motif kejadian dan mencari pelaku untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini menyita perhatian masyarakat karena terjadi di lingkungan rumah ibadah dan melibatkan seorang anak yang hendak mengikuti kegiatan mengaji.

Warga berharap proses hukum berjalan secara profesional, pelaku segera diamankan, dan seluruh fakta peristiwa dapat diungkap secara tuntas demi memberikan rasa keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *