LEPASNEWS.COM BONE – Persiapan menuju Tanah Suci bukan sekadar menghitung hari. Di balik penantian panjang 1.470 calon jamaah haji Kabupaten Bone, tersimpan tanggung jawab besar untuk memastikan setiap jamaah benar-benar siap secara administrasi, fisik, mental, dan kesehatan.
Semangat itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kesehatan Haji Tahun 2026 Kabupaten Bone, sebagai bagian dari rangkaian persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027.
Forum tersebut mempertemukan unsur Kementerian Haji dan Umrah, jajaran kesehatan, Satgas Penegakan Istitaah Kesehatan, KBIHU, dokter, serta pengelola kesehatan haji dari 27 Puskesmas se-Kabupaten Bone.
Kegiatan diawali dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan kesempatan seluruh peserta untuk bersama-sama memperkuat persiapan pelayanan kepada calon jamaah haji.
1.470 Jamaah, 70 di Antaranya Prioritas Lansia.
Berdasarkan data porsi yang menjadi dasar penyusunan daftar calon jamaah haji, terdapat 1.470 calon jamaah haji reguler Kabupaten Bone.
Para calon jamaah tersebut merupakan jamaah yang telah melakukan pendaftaran hingga 17 Februari 2012, sesuai dengan data porsi yang tercatat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 orang merupakan calon jamaah haji prioritas lanjut usia (lansia). Bahkan, usia termuda dalam kelompok prioritas lansia tersebut tercatat 84 tahun.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Baitullah membutuhkan persiapan yang jauh lebih matang.
Bagi jamaah lansia, perjalanan haji bukan hanya tentang kemampuan mengikuti seluruh rangkaian ritual ibadah, tetapi juga kesiapan menghadapi perjalanan panjang, cuaca, aktivitas fisik, perubahan lingkungan, hingga kondisi kesehatan masing-masing.
Karena itu, kesehatan dan istitaah menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan jamaah menuju Tanah Suci.
H. Rafi As’ad: Jamaah Harus Dipersiapkan Sejak Dini
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone, H. Rafi As’ad, berharap seluruh pihak tidak memandang persiapan haji hanya menjelang keberangkatan.
Menurutnya, kesiapan jamaah harus dibangun sejak dini melalui pembinaan yang berkesinambungan, baik dari sisi manasik, administrasi maupun kesehatan.
Ia berharap sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, 27 Puskesmas, Satgas Penegakan Istitaah Kesehatan, serta KBIHU semakin diperkuat sehingga seluruh calon jamaah dapat memperoleh pendampingan secara maksimal.
“Harapan kami, seluruh calon jamaah haji Kabupaten Bone dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Jangan menunggu mendekati keberangkatan. Kesehatan, kelengkapan dokumen, pengetahuan manasik dan kesiapan mental harus dipersiapkan sejak sekarang,” demikian harapan H. Rafi As’ad dalam semangat koordinasi tersebut.
Ia juga menaruh perhatian khusus terhadap jamaah lanjut usia. Menurutnya, jamaah lansia membutuhkan pendampingan yang lebih intensif agar dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman dan sesuai kemampuan fisiknya.
“Kita ingin jamaah bukan hanya berangkat ke Tanah Suci, tetapi benar-benar siap menjalankan ibadah dan kembali ke Bone dalam keadaan sehat dan selamat,” menjadi harapan yang mengiringi persiapan panjang para calon tamu Allah tersebut.
875 Jamaah Belum Memiliki Paspor
Selain kesehatan, kelengkapan dokumen perjalanan menjadi bagian penting yang terus didorong.
Dari 1.470 calon jamaah haji, tercatat 595 orang telah memiliki paspor, 575 orang telah melakukan biometrik visa, dan 517 orang telah melalui proses MRZ.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 875 calon jamaah yang belum memiliki paspor.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Koordinasi dengan pihak Imigrasi telah dilakukan dalam rangka mendorong percepatan pelayanan penerbitan paspor bagi calon jamaah.
Para jamaah diimbau agar tidak menunda pengurusan paspor hingga mendekati waktu keberangkatan.
Sebab, perjalanan menuju Tanah Suci tidak hanya membutuhkan kesiapan hati, tetapi juga kelengkapan administrasi sebagai bagian penting dari proses keberangkatan.
905 Jamaah Telah Bergabung dengan KBIHU
Sementara itu, sebanyak 905 calon jamaah haji Kabupaten Bone telah bergabung dengan KBIHU.
Keberadaan KBIHU diharapkan semakin memperkuat pembinaan jamaah, mulai dari pemahaman manasik, pendampingan, kesiapan mental, hingga edukasi kesehatan.
Dalam forum tersebut, sejumlah pimpinan KBIHU se-Kabupaten Bone turut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pelayanan jamaah.
Drs. H. Sainal Abidin selaku pimpinan KBIHU dan Direktur PT Hajar Azwad; H. Sulaiman pimpinan KBIHU Hijir Ismail; H. Abd Karim, SHI pimpinan KBIHU Babussalam sekaligus Direktur PT Mahabbul Karim; H. Abustan/H. Agung pimpinan KBIHU Fatimah Azzahra; H. Annas Nanang pimpinan KBIHU Annur; H. Nasruddin pimpinan KBIHU Almaz Al Mafaza; serta Hj. Ani pimpinan KBIHU H. Wata Rahmat.
72 Peserta Satukan Langkah
Rapat koordinasi tersebut diikuti 72 peserta, terdiri atas 11 orang Satgas Penegakan Istitaah Kesehatan Kabupaten Bone, 54 dokter dan pengelola kesehatan haji dari 27 Puskesmas, serta 7 utusan KBIHU se-Kabupaten Bone.
Sinergi lintas sektor tersebut diarahkan untuk menyatukan persepsi dan langkah dalam penyelenggaraan kesehatan haji, terutama memastikan setiap calon jamaah memperoleh pemeriksaan, pembinaan, pemantauan serta edukasi kesehatan secara optimal sebelum keberangkatan.
Lansia Menjadi Perhatian Khusus
Dengan jumlah 1.470 calon jamaah dan 70 jamaah prioritas lansia, tantangan pelayanan kesehatan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Para dokter dan pengelola kesehatan haji di 27 Puskesmas diharapkan melakukan pembinaan dan pemantauan secara berkesinambungan, termasuk terkait penyakit penyerta, kebugaran fisik, penggunaan obat, pola makan, aktivitas fisik serta kesiapan menghadapi perjalanan dan kondisi lingkungan di Arab Saudi.
Satgas Penegakan Istitaah Kesehatan Kabupaten Bone juga diharapkan terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar kebijakan istitaah kesehatan dapat dilaksanakan secara objektif, profesional dan sesuai ketentuan.
KBIHU pun didorong tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi jamaah mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Bukan Sekadar Berangkat, Tetapi Pulang Membawa KeselamatanPersiapan haji pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berangkat menuju Tanah Suci.
Lebih dari itu, bagaimana setiap jamaah berangkat dalam kondisi siap, mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.
H. Rafi As’ad berharap seluruh elemen yang terlibat terus menjaga semangat kebersamaan dan koordinasi. Sebab, di balik 1.470 nama calon jamaah haji Bone, terdapat doa keluarga, harapan panjang, dan kerinduan untuk memenuhi panggilan ke Baitullah.
Kini, perjalanan itu mulai disiapkan dari Bone.
Dengan ilmu sebagai bekal, kesehatan sebagai kekuatan, kelengkapan dokumen sebagai kepastian, dan doa sebagai pengiring langkah menuju Baitullah.
Semoga seluruh calon jamaah haji Kabupaten Bone diberi kesehatan, kemudahan, kelancaran, serta kesempatan menjadi tamu Allah dan kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur. Aamiin.








