Aliansi Bone Bersatu Geruduk Mapolres, Desak Oknum Satnarkoba Diduga Terlibat Suap Dipecat

Berita, Daerah, Peristiwa38 Dilihat

LEPASNEWS.COM.BONE – Gelombang protes terhadap dugaan praktik penyimpangan dalam penanganan perkara narkoba menggema di Kabupaten Bone. Aliansi Bone Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bone, Sabtu (7/11/2026), dengan membawa sejumlah tuntutan serius terkait dugaan suap dan permainan pasal dalam perkara narkotika.

Di hadapan aparat kepolisian, massa aksi mendesak Kapolres Bone mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota Satuan Narkoba yang disebut-sebut terlibat dalam dugaan praktik transaksional penanganan perkara.

Jenderal Lapangan Aliansi Bone Bersatu, Zulkifli, dalam orasinya mengungkapkan bahwa pihaknya datang bukan sekadar menyampaikan protes, melainkan membawa sejumlah bukti yang menurut mereka mengindikasikan adanya dugaan permainan pasal terhadap pelaku yang telah ditangkap.

“Kami telah mengantongi bukti dugaan permainan yang lebih parah dibanding dengan kasus yang menyeret mantan Kasat Narkoba sebelumnya,” tegas Zulkifli.

Ia meminta Kapolres Bone segera mengevaluasi dan mencopot Kasat Narkoba bersama sejumlah Kanit serta penyidik yang diduga memiliki keterkaitan dengan persoalan tersebut.

Bahkan, tuntutan massa tidak berhenti pada pencopotan jabatan. Mereka meminta agar oknum yang terbukti melakukan pelanggaran dijatuhi sanksi pemecatan tidak dengan hormat.

“Kami minta kepada Kapolres Bone untuk bertindak tegas. Jangan hanya diberhentikan, tetapi kami ingin mereka dipecat tidak dengan hormat,” ujarnya.

Forbes Anti Narkoba Soroti Dugaan Permintaan Uang

Sorotan lebih tajam disampaikan Ketua Umum Forbes Anti Narkoba Kabupaten Bone, Andi Singkeru Rukka. Ia mengaku pihaknya telah mengantongi sejumlah nama anggota kepolisian yang disebut berkaitan dengan penanganan perkara narkoba dalam pengungkapan kasus di Kelurahan Tanah Batue.

Dalam orasinya, Andi Singkeru Rukka membedakan antara aparat yang menjalankan tugas dengan baik dan oknum yang diduga mencederai kepercayaan masyarakat.

“Ada dua macam polisi, ada polisi baik dan ada polisi tidak baik. Hari ini di hadapan kita adalah polisi baik. Namun, apa kabar dengan Pak A. Sulo, Pak Dasri, A. Mansur, Ibu Ime, dan khusus Pak Wandi (WA), yang disebut dalam rekaman meminta uang untuk memainkan pasal dalam perkara di Tanah Batue,” ungkapnya.

Menurut dia, apabila dugaan tersebut terbukti, tindakan itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah institusi kepolisian sekaligus mencederai upaya pemberantasan narkoba.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut individu maupun institusi, tetapi berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda yang terancam oleh peredaran narkotika.

“Kami turun aksi, kami ingin mengingatkan bahwa yang hancur ke depan adalah generasi kita. Bisa jadi anak-anak daripada pihak kepolisian itu sendiri,” tambahnya.

Wakapolres Janji Tindak Lanjuti Aspirasi

Menanggapi tuntutan massa, Wakapolres Bone, Kompol Antonius Tutleta, S.Pd., yang menerima langsung aspirasi demonstran menyatakan bahwa setiap laporan yang disertai bukti akan disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

“Jika apa yang disampaikan oleh teman-teman lengkap dengan bukti, maka tentu kami akan laporkan kepada pimpinan untuk dilakukan tindakan tegas,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi respons awal kepolisian atas tuntutan Aliansi Bone Bersatu.

Kini, masyarakat menanti pembuktian atas dugaan yang disuarakan. Transparansi pemeriksaan, ketegasan penegakan disiplin, serta keberanian mengungkap fakta menjadi hal penting agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.

Sebab, dalam perang melawan narkoba, bukan hanya jaringan peredaran gelap yang harus diberantas. Integritas aparat penegak hukum juga menjadi fondasi utama untuk melindungi generasi bangsa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *