AR Ditangkap di Areal Persawahan Desa Arasoe, Kades: Narkoba Musuh Kita Bersama

Berita, Daerah, Hukrim3 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – Ancaman narkoba kembali mengusik ketenangan masyarakat. Seorang laki-laki berinisial AR diamankan dalam penangkapan terkait dugaan kasus narkoba di Desa Arasoe, pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 17.45 WITA.

Penangkapan tersebut berlangsung di areal persawahan Dusun Pasar, Desa Arasoe. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, AR saat itu disebut sedang bermain layangan bersama anaknya sebelum akhirnya diamankan oleh petugas.

Kepala Desa Arasoe Andi Amal Pahsyah, S. Pd, panggilan akrab Andi AL membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia mengatakan, informasi mengenai kejadian itu diperolehnya dari masyarakat lantaran dirinya sedang berada di dusun sebelah ketika penangkapan berlangsung.

“Terkait dengan adanya pelaku narkoba di Desa Arasoe yang ditangkap pada hari Kamis tanggal 10 September 2026 sekitar pukul 17.45 WITA, itu benar. Penangkapan tersebut terjadi di areal persawahan di Dusun Pasar,” ungkapnya.

Namun, di balik penangkapan itu, terselip rasa prihatin yang mendalam dari pemerintah desa. Sebab, menurutnya, imbauan mengenai bahaya narkoba telah berulang kali disampaikan kepada masyarakat Desa Arasoe.

“Sungguh sangat saya sesalkan dan prihatin. Karena berkali-kali saya mengimbau masyarakat Desa Arasoe agar jangan coba-coba bermain dengan narkoba,” tegasnya.

Berbagai langkah edukasi dan pencegahan, lanjutnya, telah dilakukan pemerintah desa. Imbauan tersebut tidak hanya disampaikan secara langsung, tetapi juga melalui edaran di setiap RT serta media sosial.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba sudah dilakukan secara maksimal. Karena itu, ia kembali mengingatkan seluruh warga agar tidak pernah mencoba mendekati barang terlarang tersebut, apalagi sampai terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaannya.

“Harapan saya bagi masyarakat Desa Arasoe, sekali lagi jangan coba-coba dengan narkoba. Ingat pekerjaan, ingat keluarga. Narkoba bukan perkara kecil, tetapi musuh kita bersama,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat. Sebab, narkoba tidak hanya mengancam orang yang menggunakannya, tetapi juga dapat menyeret keluarga ke dalam persoalan panjang dan merusak masa depan generasi muda.

Di tengah hamparan persawahan yang seharusnya menjadi ruang kehidupan dan tempat anak-anak tumbuh dengan riang, kabar penangkapan itu menyisakan keprihatinan.

 Terlebih, perang terhadap narkoba bukan sekadar tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama.

Pemerintah desa pun mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata.

Jika menemukan adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan narkoba, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

Sebab, satu laporan bisa menjadi awal untuk menyelamatkan satu keluarga. Satu keberanian untuk melapor bisa menjadi benteng bagi anak-anak dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam lingkaran narkoba.

Narkoba bukan perkara kecil. Ia adalah musuh bersama yang harus dilawan bersama—demi keluarga, demi lingkungan, dan demi masa depan generasi muda Desa Arasoe.

Hingga berita Ini terbit masyarakat menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian untuk mengetahui status terduga AR dalam kasus narkoba tersebut .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *