Bonesta Bone Tampil di Gowes Kemerdekaan, Sepeda Tua Mengayuh Semangat Merah Putih

Berita, Daerah, Sosial, Wisata18 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE –  Deru kendaraan mungkin terdengar di sejumlah sudut jalan, tetapi Minggu pagi, 16 Agustus 2026, suasana berbeda terasa di Kabupaten Bone. Ketika matahari baru perlahan menyingkap cahaya dari ufuk timur, ratusan pesepeda berkumpul dalam semangat yang sama: mengayuh, bersilaturahmi, sekaligus memaknai kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bone menggelar kegiatan gowes sepeda santai dengan jarak sekitar 6,5 kilometer, Minggu (16/8/2026), mulai pukul 06.00 WITA.

Di antara riuhnya peserta gowes, hadir pula BONESTA Community (Komunitas Bone Sepeda Tua). Komunitas yang membawa identitas sepeda tua itu tampil bukan sekadar sebagai peserta, tetapi juga menjadi bagian dari warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan di Bumi Arung Palakka.

Sepeda-sepeda tua yang mungkin bagi sebagian orang hanya menjadi benda masa lalu, pagi itu justru kembali menemukan panggungnya.

Dengan kayuhan perlahan namun penuh makna, anggota BONESTA membawa pesan bahwa sesuatu yang tua tidak selalu berarti tertinggal. Ada sejarah, kenangan, persaudaraan, dan nilai perjuangan yang tetap hidup di balik setiap kayuhan.

Ketua BONESTA Community, Faizal Nur, menyampaikan bahwa keikutsertaan komunitasnya dalam kegiatan gowes tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus menunjukkan kecintaan terhadap bangsa dan daerah.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni dan perayaan, tetapi juga melalui kebersamaan masyarakat dalam menjaga persaudaraan, kesehatan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya.

“Gowes ini bukan hanya tentang bersepeda, tetapi bagaimana kita bersama-sama menikmati kemerdekaan, mempererat silaturahmi dan menjaga semangat kebersamaan,” ujar Faizal Nur.

Sementara itu, Pembina BONESTA Community, Akmal Kimal, berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul tanpa memandang usia maupun latar belakang.

Baginya, sepeda tua memiliki cerita panjang tentang perjalanan zaman. Ketika sepeda-sepeda itu kembali mengaspal dalam suasana kemerdekaan, yang dikayuh bukan hanya roda, tetapi juga kenangan dan semangat untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Harapannya, BONESTA tetap menjadi komunitas yang menjaga persaudaraan, melestarikan sepeda tua dan ikut mengambil bagian dalam kegiatan positif di tengah masyarakat,” katanya.

Kayuhan Kecil, Makna Kemerdekaan yang Besar

Gowes sepanjang 6,5 kilometer tersebut menjadi gambaran sederhana bagaimana kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang dekat dengan masyarakat.

Tidak ada batas antara sepeda tua dan sepeda modern. Tidak ada jarak antara komunitas dan masyarakat. Semuanya bergerak dalam satu irama, menyusuri jalan dengan semangat yang sama.

Bagi BONESTA, setiap kayuhan seakan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pejuang tidak boleh berhenti pada sebuah peringatan tahunan.

Kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan positif, menjaga persatuan, merawat kebersamaan dan memberikan manfaat bagi sesama.

Di bawah langit pagi Bone, sepeda-sepeda tua itu kembali bergerak. Roda berputar, rantai berderit, dan pedal terus dikayuh.

Pelan, tetapi pasti.

Sebab terkadang, untuk mengenang perjuangan para pendahulu, kita tidak membutuhkan langkah yang besar. Cukup dengan terus bergerak, menjaga kebersamaan dan tidak pernah kehilangan semangat untuk membangun negeri.

BONESTA Community pun mengayuh. Bukan sekadar menempuh 6,5 kilometer, tetapi menghidupkan kembali semangat bahwa kemerdekaan adalah perjalanan panjang yang harus terus dijaga bersama.

Kegiatan gowes bersama Pemerintah Kabupaten Bone tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dengan semangat olahraga, persaudaraan dan kecintaan terhadap daerah serta bangsa.

Merah Putih berkibar, sepeda mengayuh, dan semangat kemerdekaan kembali menemukan jalannya di jalan-jalan Kabupaten Bone.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *