Di Usia 73 Tahun, Nursia Masih Jadi Buruh Cuci, Merawat Cucu yang Sakit dan Hidup Menumpang

Berita, Daerah, Sosial129 Dilihat

LEPASNEWS.COM, BONE -Di usia yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, Nursia, 73 tahun, justru masih harus memeras tenaga sebagai buruh cuci. Bukan untuk mengejar kemewahan, melainkan sekadar memastikan dirinya dan sang cucu, Haikal, 10 tahun, tetap bisa makan setiap hari.

Nursia dan Haikal tinggal dalam keterbatasan di Kelurahan Cenrana, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone. Keduanya bahkan hanya menumpang di rumah warga.

Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, Nursia juga harus merawat Haikal yang sedang mengalami sakit dan diduga mengalami gizi buruk. Keadaan itu membuat perjuangan perempuan lanjut usia tersebut terasa semakin berat.

Penghasilan dari pekerjaan mencuci yang dilakukan Nursia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Ketika tenaga semakin terbatas oleh usia, kebutuhan hidup justru terus berjalan.

Laporan Warga Menggerakkan Camat

Kondisi Nursia dan Haikal kemudian mendapat perhatian setelah warga menyampaikan laporan kepada Camat Cenrana.

Informasi tersebut diterima saat kami bersama Camat Cenrana tengah berdiskusi di lokasi pembangunan plat dekker yang pembiayaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Mendengar kabar mengenai kondisi Haikal, Camat Cenrana langsung berkoordinasi dengan pihak Puskesmas. Ia meminta agar anak tersebut segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan.

Pihak Puskesmas kemudian datang menjemput Haikal untuk menjalani pemeriksaan medis.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengetahui secara lebih jelas kondisi kesehatan Haikal sekaligus menentukan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan anak tersebut.

Harapan di Tengah Keterbatasan

Kondisi Nursia dan Haikal juga telah disampaikan kepada Tagana/Dinas Sosial, BAZNAS, serta sejumlah lembaga kemanusiaan di Kabupaten Bone.

Penyampaian informasi itu menjadi ikhtiar agar keduanya bisa memperoleh bantuan sesuai kebutuhan, baik dalam aspek sosial, kesehatan maupun kebutuhan dasar sehari-hari.

Namun, upaya mendapatkan bantuan masih menghadapi kendala lain. Administrasi kependudukan keluarga tersebut belum sepenuhnya terpenuhi sehingga menjadi salah satu hambatan dalam proses mendapatkan sejumlah layanan dan bantuan sosial.

Kisah Nursia dan Haikal menyisakan sebuah kenyataan yang getir seorang nenek berusia 73 tahun masih harus bekerja demi bertahan hidup, sementara di sisinya seorang cucu berusia 10 tahun membutuhkan perhatian dan penanganan kesehatan.

Di sebuah rumah yang bahkan bukan milik sendiri, keduanya menjalani hari dengan segala keterbatasan.

Kini, perhatian dan kepedulian berbagai pihak menjadi harapan agar perjuangan Nursia tidak harus dipikul seorang diri, dan Haikal dapat memperoleh penanganan kesehatan serta kebutuhan yang semestinya.

Sebab di balik kesederhanaan itu, ada seorang nenek yang terus bertahan—dan seorang anak yang masih memiliki masa depan untuk diperjuangkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *