Drs H.Andi Muawiyah Ramly Laksanakan Semarak Budaya Nilai Pengadereng Dalam Bentuk Akhlak Sipakatau dan Sipakalebbi

Berita, Daerah, Wisata592 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – Drs H.Andi Muawiyah Ramly Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB melaksanakan kunjungan Dapil dengan agenda kegiatan Semarak Budaya nilai nilai pengadereng dalam bentuk akhlak sipakatau sipakalebbi Hotel Novena  jalan Ahmad Yani Kabupaten Bone Sulawesi Selatan Selasa 12/08/2025.

Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB, H. Andi Muawiyah Ramli (Opu To Tenri Rua), dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini. Ia menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas nasional.

“Pelestarian budaya merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah serta warisan leluhur dalam mengangkat nilai kemanusian untuk saling menghormati satu sama lainnya nilai nilai pengadereng sipakatau sipakalebbi”, ucapnya Selasa (12/08/2025).

Dalam sejarah panjang masyarakat Bugis Bone, Sipakatau sipakalebbi tumbuh sebagai prinsip hidup yang memandu hubungan antar manusia secara timbal balik, manusia dengan masyarakat, serta manusia dengan nilai-nilai luhur yang dijunjung bersama.

” Secara harfiah, Sipakatau berarti “memanusiakan manusia” tetapi maknanya jauh lebih dalam: ia menekankan pentingnya menjaga kehormatan, keadilan, dan martabat dalam seluruh dimensi kehidupan” sebutnya

Andi Yufsan Petta Tappu tokoh budaya Bone hadir sebagai Narasumber kegiatan ini memaparkan bahwa Sipakatau mengantar pada tercapainya predikat sebagai tau tongeng (manusia yang sebenarnya) sebab tampil dengan karakter serta budi pekerti yang luhur.

“Sipakatau merupakan perwujudan dari nilai budaya lokalitas Bugis Bone yang mencakup pengertian norma dan aturan-aturan adat serta tata tertib yang meliputi seluruh kegiatan hidup manusia” jelasnya

Perwujudan sipakatau dibedakan ke wujud sipakatau dalam keluarga dan wujud sipakatau dalam bermasyarakat. Kedua wujud itu menuntut agar setiap individu Bugis bertindak sesuai asas kesesuaian, kepantasan dan kecocokan baik di kehidupan keluarga dan di kehidupan bermasyarakat.

Hadir pula Dr Rahmatunnair,MAg Akademisi dan juga Ketua NU Cabang Bone, sebagai narasumber di acara ini mengatakan perwujudan nilai sipakatau sipakalebbi yakini Manfaat sipakatau dalam masyarakat Bugis Bone, di antaranya: (1) membentuk manusia berakhlak mulia; (2) menjaga keharmonisan hubungan; (3) melahirkan manusia yang peduli budayanya. Sipakatau merupakan nilai kapasitas fitrawi yang dimiliki semua manusia.

Keseluruhan wujud itu berupa tata cara bersikap dan bertutur kata dengan sopan santun sebagai bentuk penghargaan kepada manusia itu sendiri dan kepada Allah swt sebagai pencipta manusia.

Nilai ini menjadi pondasi moral yang telah membentuk watak kolektif orang Bugis, dan diwariskan secara turun-temurun melalui adat, lisan, serta teks-teks klasik seperti Lontara.

Lebih jauh menjelaskan Sipakatau tidak hanya mengupas makna dan nilai, tetapi juga menunjukkan bagaimana konsep ini mengalami transformasi dalam lintasan sejarah.

“Ketika agama Islam masuk dan diterima oleh kerajaan Bone, nilai-nilai Islam dan adat Bugis tidak saling meniadakan, melainkan saling menguatkan. Misalnya, konsep siri’ yang sudah ada sebelumnya diperkuat oleh ajaran Islam tentang rasa malu (al-haya’), sehingga tercipta suatu kesadaran moral baru yang lebih mendalam.”jelas Rahmatunnair

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone Andi Murni Dalam sambutannya menyampaikan kepada peserta seminar  dalam kegiatan semarak budaya menyampaikan bahwa pesta adat Bugis “GAU MARAJA 2026” akan di gelar di Bone

Andi Murni “berharap kepada para penggiat budaya untuk hadir serta berpartisipasi datang kepada kami untuk menyumbangkan ide – ide serta gagasan agar kegiatan Gau Maraja bisa lebih besar dan penuh makna untuk kita semua” ucapnya

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *