Dua Desa Beda Kabupaten Bersatu Benahi Jalan Rusak, Gotong Royong Jadi Jalan Keluar

Berita, Daerah, Sosial6 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – BARRU– Ketika jalan rusak menjadi penghambat langkah, warga dari dua desa yang berbeda kabupaten justru memilih untuk tidak hanya menunggu.

Mereka turun tangan, bergandengan, dan bekerja bersama memperbaiki akses yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.

Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, dan Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, yang menunjukkan bagaimana semangat gotong royong mampu menembus batas wilayah.

Di tengah bentangan perbukitan dan kondisi jalan yang membutuhkan perhatian, warga dari kedua desa bersama pemerintah desa bahu-membahu melakukan pembenahan infrastruktur secara swadaya.

Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Desa Sadar Andi Ashar Alam, S.H. bersama warga Desa Sadar dan Kepala Desa Harapan Syakariah, S.Sos. bersama masyarakat Desa Harapan.Kolaborasi tersebut bukan sekadar pekerjaan memperbaiki badan jalan.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Andi Ashar Alam, S.H., selaku Kepala Desa Sadar, bersama masyarakat berharap pembenahan jalan ini dapat memberikan akses yang lebih baik bagi warga, khususnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil pertanian, serta membuka akses ekonomi masyarakat.

Harapan yang sama disampaikan Syakariah, S.Sos., Kepala Desa Harapan. Ia bersama masyarakat berharap kerja sama lintas desa tersebut dapat terus terjaga sehingga akses jalan yang menghubungkan kedua wilayah bisa semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua desa.

Ketika jalan digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dari dua daerah, maka penyelesaiannya pun membutuhkan kebersamaan.

Dengan mengandalkan dana swadaya bersama antar kedua desa, warga bergerak membawa tenaga, kendaraan dan peralatan yang dibutuhkan.

Ada yang membantu mengatur material, ada yang mengerjakan bagian jalan yang rusak, sementara warga lainnya ikut mendukung proses pembenahan.

Di tengah keterbatasan, mereka membuktikan bahwa sebuah jalan keluar terkadang tidak selalu dimulai dari proyek besar.

Ia bisa dimulai dari kepedulian kecil, dari tangan warga, dan dari kemauan untuk bekerja bersama, jalan yang membelah kawasan perbukitan itu bukan hanya menjadi akses transportasi.

Bagi masyarakat, jalan tersebut merupakan penghubung kehidupan tempat hasil pertanian dibawa, kendaraan masyarakat melintas, dan berbagai aktivitas ekonomi berlangsung.

Karena itu, kondisi jalan yang rusak menjadi persoalan yang dirasakan bersama.Desa Sadar berada di Kabupaten Bone, sementara Desa Harapan berada di Kabupaten Barru.

Namun persoalan yang dihadapi masyarakat mempertemukan keduanya dalam satu kepentingan, menciptakan akses yang lebih baik bagi warga.

Bukan tentang siapa yang paling banyak memberi, tetapi tentang bagaimana setiap orang mengambil bagian untuk kepentingan bersama.

Andi Ashar Alam bersama warga Desa Sadar berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi awal dari perhatian yang lebih besar terhadap infrastruktur di wilayah perbatasan.

Sementara Syakariah bersama masyarakat Desa Harapan berharap akses tersebut semakin mudah dilalui dan dapat mendukung aktivitas serta perekonomian warga di kedua wilayah.

Sebab, jalan yang baik bukan hanya memudahkan perjalanan, Ia membuka kesempatan, memperlancar pergerakan hasil bumi, mendekatkan masyarakat dan menghidupkan roda ekonomi dari pelosok.

Ketika kepentingan masyarakat menjadi tujuan, batas administrasi tidak menjadi batas untuk bergotong royong.

Dari jalan yang rusak, tumbuh harapan.Dari keterbatasan, lahir kekuatan. Dan dari tangan warga yang bekerja bersama, sebuah jalan kembali menemukan maknanya sebagai penghubung kehidupan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *