Duka Menguji, Kepedulian Menguatkan: Komite dan SDN 11 Watampone Rangkul Siswa Korban Kebakaran

Berita, Daerah, Sosial24 Dilihat

LEPASNEWS.COM BONE – Musibah kebakaran yang melanda rumah keluarga Yuningsih dan Nurul, siswi kelas V B SDN 11 Watampone di Lingkungan Lacokkong, meninggalkan luka yang mendalam.

Di balik puing-puing yang tersisa, dua anak yang seharusnya menikmati hari-hari belajar kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat bernaung bersama keluarganya. Kamis 30/06/2026.

Sebagai wujud kepedulian, Komite Sekolah bersama keluarga besar SDN 11 Watampone mendatangi kediaman korban untuk menyerahkan bantuan dan memberikan dukungan moril.

Hasil pantauan Redaksi LepasNews.com Kehadiran mereka bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa keluarga korban tidak menghadapi cobaan ini seorang diri.

Dalam suasana penuh haru, rombongan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Mereka berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban, terutama untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak-anak pascakebakaran.

“Kami datang untuk menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kami membantu karena kami merasa bersaudara. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan anak-anak agar tetap sehat, kuat, dan terus bersemangat,” ungkap perwakilan rombongan.

Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian yang lahir dari kebersamaan antara sekolah, komite, dan masyarakat. Di tengah kehilangan yang masih membekas, uluran tangan itu diharapkan mampu menghadirkan secercah harapan bagi Yuningsih dan Nurul agar tetap melanjutkan pendidikan tanpa kehilangan semangat untuk meraih cita-cita.

Kepala SDN 11 Watampone, Wiwin Rachman, menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk selalu hadir ketika peserta didiknya mengalami musibah.

“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga rumah yang menanamkan nilai kepedulian. Ketika ada siswa yang tertimpa musibah, sudah sepatutnya kami hadir memberikan dukungan. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi Yuningsih dan Nurul untuk tetap tegar serta bangkit menghadapi cobaan,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musibah memang dapat meluluhlantakkan bangunan dalam hitungan menit, namun tidak mampu membakar rasa kemanusiaan.

Di tengah kepedihan yang menyelimuti keluarga korban, hadirnya kepedulian dari komite dan keluarga besar SDN 11 Watampone membuktikan bahwa kasih sayang dan persaudaraan masih hidup, menjadi pelita yang menerangi langkah mereka untuk kembali bangkit menata masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *