LEPASNEWS.COM MAROS – Suasana di sebuah masjid di Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mendadak berubah haru dan mencekam. Sesosok jasad bayi perempuan ditemukan terbungkus tas berwarna biru di dalam toilet masjid, Senin (24/8/2026).
Bayi malang tersebut diduga baru saja dilahirkan. Saat ditemukan, tali pusarnya masih terlihat, sementara cairan yang diduga berkaitan dengan proses persalinan masih terdapat pada tubuhnya.
Penemuan itu sontak menggemparkan warga sekitar. Di tempat yang semestinya menjadi ruang ibadah dan ketenangan, sebuah kehidupan kecil justru ditemukan telah berakhir sebelum sempat mengenal dunia.
Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang anak perempuan yang hendak menggunakan toilet masjid. Bocah itu kemudian melihat bungkusan tas berwarna biru dan mengetahui adanya jasad bayi di dalamnya.
Terkejut dengan temuannya, bocah tersebut segera memberitahukan kejadian itu kepada orang tuanya. Informasi tersebut kemudian menyebar hingga warga berdatangan ke lokasi.
Polisi yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara. Petugas melakukan olah TKP untuk mengumpulkan sejumlah petunjuk terkait siapa yang meletakkan bayi tersebut di toilet masjid.
Dalam pemeriksaan di sekitar lokasi, polisi juga menemukan sepucuk surat yang diduga ditinggalkan oleh pihak yang berkaitan dengan bayi tersebut.
Isi surat itu disebut memuat permintaan agar bayi tersebut dibantu untuk dimakamkan secara layak.
Dalam surat tersebut juga disebutkan alasan bahwa orang tua bayi merupakan perantau dan tidak mengetahui tata cara mengurus pemakaman.
Permintaan itu menyisakan kesedihan mendalam. Di balik selembar surat yang ditemukan di lokasi, terdapat kisah yang hingga kini masih menjadi teka-teki—tentang seorang bayi yang lahir ke dunia, tetapi tak sempat merasakan hangatnya pelukan keluarga.
Jasad bayi kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah Maros untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian mengungkap kondisi bayi serta rangkaian peristiwa sebelum jasadnya ditemukan.
Kepala Desa Bonto Mate’ne, Syahrul, turut memberikan keterangan terkait penemuan yang menggemparkan warga tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Mandai AKP Syamsul Bahri menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Polisi terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas penempatan jasad bayi di toilet masjid.
Hingga kini, identitas serta keberadaan orang tua bayi masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian. Petugas juga masih berupaya mengungkap kapan dan bagaimana bayi tersebut dibawa ke lokasi.
Kasus ini menyisakan duka sekaligus pertanyaan besar bagi masyarakat. Di tengah kesunyian sebuah toilet masjid, bayi perempuan itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa—meninggalkan sebuah surat, sejumlah tanda tanya, dan kesedihan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.(*)












