LEPASNEWS.COM.BONE — Biasanya, secangkir kopi hanya menjadi teman melepas penat. Namun di Warkop Syir, Jalan Mesjid, Kota Watampone, obrolan kopi kali ini membawa tema yang jauh lebih serius: perang terhadap narkoba. Rabu 02/09/2016 pukul 16.30 wita
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan yang didampingi KBO Reskrim Polres Bone bersilaturahmi dengan Forbes Anti Narkoba Bone.
Pertemuan yang berlangsung di Warkop Syir, Jalan Mesjid, Kota Watampone, tersebut menjadi momentum membangun komunikasi dan memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dengan masyarakat dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kabupaten Bone.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Di balik suasana warung kopi, berbagai persoalan mengenai narkoba menjadi bagian dari pembahasan.
Bukan Sekadar Ngopi
Silaturahmi tersebut bukan sekadar pertemuan biasa. Kehadiran jajaran Reskrim Polres Bone bersama Forbes Anti Narkoba menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Narkoba tidak mengenal tempat dan waktu.
Peredarannya dapat menyusup ke berbagai lingkungan dan menyasar siapa saja. Karena itu, upaya pemberantasan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Kasat Reskrim Polres Bone menekankan pentingnya komunikasi dan peran masyarakat dalam membantu kepolisian menjaga keamanan serta mencegah peredaran narkoba.
Dukungan masyarakat, khususnya para penggiat anti-narkoba, dinilai penting sebagai bagian dari gerakan pencegahan sekaligus edukasi kepada masyarakat.
Dari Meja Kopi, Lahir Komitmen
Forbes Anti Narkoba Bone menjadi salah satu elemen masyarakat yang menyuarakan bahaya narkoba dan pentingnya membangun lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Pertemuan di Warkop Syir menjadi ruang bertukar informasi, menyampaikan keresahan masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan komunikasi antara penggiat anti-narkoba dengan jajaran kepolisian.
Pesannya sederhana, tetapi tegas:
pemberantasan narkoba tidak akan maksimal jika hanya dilakukan oleh polisi.
Masyarakat memiliki peran untuk ikut mengawasi lingkungan, memberikan edukasi kepada generasi muda, serta menyampaikan informasi kepada aparat apabila menemukan dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba.
Dari sebuah meja kopi di Jalan Mesjid Watampone, pesan itu kembali ditegaskan.
Perang melawan narkoba bukan hanya soal menangkap pelaku. Lebih jauh, ini tentang menyelamatkan generasi sebelum mereka terjebak.
Silaturahmi Kasat Reskrim Polres Bone bersama Forbes Anti Narkoba Bone diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat sinergi dan membangun gerakan bersama menuju Bone yang lebih aman dan bersih dari narkoba.
Andi Mantra Bumi Humas Forbes Anti Narkoba Bone Pertanyakan Batas Tindakan Warga Saat Pelaku Narkoba Melawan
Dalam suasana dialog, Andi Mantra Bumi turut menyampaikan pertanyaan terkait persoalan yang kerap menjadi dilema di tengah masyarakat.
Ia mempertanyakan bagaimana posisi masyarakat apabila menemukan atau menangkap tangan seseorang yang diduga terlibat narkoba, kemudian terjadi perlawanan hingga orang tersebut mengalami cedera.
Pertanyaan tersebut mendapat penjelasan dari Kasat Reskrim Polres Bone.
Kasat Reskrim menegaskan bahwa persoalan benar atau salah dalam suatu perkara pada akhirnya menjadi ranah proses hukum dan pengadilan yang akan menentukan berdasarkan fakta serta alat bukti yang ada.
Menurutnya, setiap pihak yang berhadapan dengan hukum tetap memiliki hak untuk memberikan pembelaan dalam proses peradilan. Karena itu, tindakan yang dilakukan masyarakat ketika menghadapi pelaku yang diduga melakukan tindak pidana harus tetap memperhatikan batas-batas hukum.
“Pengadilanlah nantinya yang menentukan benar atau salah. Ada proses pembuktian dan ada hak pembelaan bagi pihak yang berhadapan dengan hukum,” jelas Kasat Reskrim.
Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dalam diskusi antara kepolisian dan Forbes Anti Narkoba Bone.
Masyarakat didorong untuk tidak mengambil tindakan secara berlebihan ketika menemukan dugaan tindak pidana, melainkan segera berkoordinasi dan menyerahkan penanganannya kepada aparat yang berwenang.
Sebab, semangat memberantas narkoba harus tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap proses hukum.
Setelah rangkaian diskusi dan silaturahmi berlangsung, pertemuan Kasat Reskrim Polres Bone bersama KBO Reskrim dan Forbes Anti Narkoba Bone ditutup dengan doa.
Doa menjadi penutup pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut. Para peserta berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mencegah serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat terus terjaga dan semakin kuat.
Dari meja Warkop Syir, Jalan Mesjid, Watampone, pertemuan itu meninggalkan satu pesan bersama: perang melawan narkoba membutuhkan keberanian, kepedulian, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.








