Perkuat Ekoteologi, IAIN Bone Teken MoU dengan DLH

LEPASNEWS.COM, BONE –  Ancaman terhadap kehidupan tidak selalu datang dengan suara ledakan atau dentuman senjata. Ada ancaman yang tumbuh perlahan, nyaris tanpa suara: lingkungan yang tercemar, air yang tidak sehat, udara yang kotor, sampah yang menumpuk, hingga kebiasaan manusia yang perlahan kehilangan kepedulian terhadap alam.

Di tengah ancaman ekologis tersebut, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten Bone memilih untuk memperkuat langkah bersama.

Kedua institusi menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Senat IAIN Bone, Rabu (12/8/2026).

Penandatanganan diawali dengan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman sebagai bentuk komitmen memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan pengelolaan lingkungan hidup.

Kerja sama tersebut tidak diarahkan sekadar menjadi seremoni kelembagaan. Lebih jauh, MoU diharapkan menjadi pintu bagi kolaborasi nyata yang mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman pemerintah daerah dalam mengelola lingkungan.

Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Kerja sama IAIN Bone dan DLH memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kegiatan membersihkan lingkungan.

IAIN Bone memiliki dosen, mahasiswa, peneliti serta sumber daya akademik yang dapat diarahkan untuk mengkaji berbagai persoalan lingkungan. Sementara DLH memiliki pengalaman serta kewenangan dalam pengelolaan lingkungan hidup di tingkat daerah.

Pertemuan dua kekuatan tersebut membuka ruang agar persoalan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai persoalan sampah dan kebersihan, tetapi sebagai bagian dari keberlangsungan hidup manusia.

Melalui kerja sama itu pula, Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat—diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan ekologis.

Mahasiswa dapat belajar dari persoalan lingkungan secara langsung di lapangan. Dosen dan peneliti dapat mengembangkan kajian serta inovasi. Sementara masyarakat diharapkan memperoleh manfaat melalui edukasi, pendampingan dan program pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Rektor IAIN Bone Lukman Arake: Lingkungan yang Rusak Bisa Menjadi Ancaman

Rektor IAIN Bone, Lukman Arake, menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan hidup manusia.

Menurutnya, ancaman terhadap manusia tidak hanya berasal dari konflik atau peperangan. Lingkungan yang tidak terjaga juga dapat memunculkan berbagai persoalan kesehatan yang pada akhirnya mengancam kehidupan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh.

Lingkungan yang sehat merupakan salah satu fondasi kehidupan. Sebaliknya, ketika lingkungan mengalami kerusakan, manusia menjadi pihak yang pertama merasakan dampaknya.

Karena itu, kesadaran ekologis perlu dibangun dari lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

Kampus, kata dia, tidak hanya memiliki tanggung jawab mencetak manusia yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

DLH: Hubungan Sudah Terjalin Sejak 1996

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bone, Dray Vebrianto , menyampaikan bahwa kerja sama antara DLH dan IAIN Bone bukanlah hubungan yang baru dimulai.

Menurutnya, hubungan kedua institusi tersebut telah terjalin sejak 1996.

Jejak panjang tersebut menjadi modal penting untuk kembali memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas bidang kolaborasi.

Penandatanganan MoU kali ini diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kerja sama dalam bidang lingkungan hidup, pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

DLH memiliki pengalaman dalam pengelolaan lingkungan, sementara perguruan tinggi memiliki kekuatan akademik dan intelektual.

Jika keduanya berjalan beriringan, pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kelas dan kebijakan tidak hanya berhenti di atas kertas.

Keduanya dapat bertemu di lapangan dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Ekoteologi: Merawat Alam sebagai Amanah

Di balik kerja sama tersebut, terdapat pesan moral yang lebih dalam.

Dalam perspektif keagamaan, hubungan manusia tidak hanya berbicara tentang hablum minallah, yakni hubungan manusia dengan Allah, dan hablum minannas, yakni hubungan manusia dengan sesama.

Ada pula tanggung jawab manusia terhadap alam.

Hubungan tersebut dapat dimaknai sebagai hablum minal alam—kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk merawat lingkungan sebagai bagian dari amanah kehidupan.

Inilah yang kemudian memperkuat gagasan ekoteologi.

Manusia menjaga hubungan dengan Tuhan melalui keimanan. Manusia menjaga hubungan dengan sesama melalui kepedulian. Dan manusia menjaga alam melalui tanggung jawab untuk tidak merusak serta mengeksploitasinya secara berlebihan.

Sebab alam bukan sekadar tempat manusia berpijak.

Dari alam manusia mendapatkan udara, air, pangan dan berbagai sumber kehidupan.

Ketika keseimbangan alam dirusak, sesuatu yang selama ini menjadi sumber kehidupan dapat berubah menjadi sumber ancaman.

Dari Kampus untuk Masyarakat

MoU IAIN Bone dan DLH diharapkan tidak berhenti di lingkungan kampus.Semangat menjaga alam harus bergerak keluar, menuju masyarakat.

Kampus dapat menjadi laboratorium sosial untuk mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan. Mahasiswa dapat dilibatkan dalam edukasi, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dengan begitu, persoalan lingkungan tidak hanya dibahas melalui teori, tetapi juga diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

Lingkungan kampus yang bersih dapat menjadi contoh. Penelitian dapat menghasilkan solusi. Pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi jembatan untuk membawa pengetahuan dari kampus ke tengah masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah MoU bukan diukur dari seberapa megah seremoni penandatanganannya.

Keberhasilannya akan terlihat dari seberapa jauh kerja sama itu menghasilkan perubahan dan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Menjaga Alam, Menjaga Masa Depan

Penandatanganan MoU IAIN Bone dan DLH Pemkab Bone pada Rabu (12/8/2026) menjadi simbol bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kekuatan bersama.Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian.Perguruan tinggi juga tidak dapat berjalan sendiri.

Masyarakat pun tidak boleh hanya menjadi penonton.Semua harus bergerak.Sebab lingkungan yang sehat tidak lahir dari satu kebijakan. Ia tumbuh dari kesadaran, pengetahuan dan kebiasaan yang dilakukan secara bersama-sama.

Satu tangan mungkin hanya mampu memungut satu sampah. Tetapi ribuan tangan yang bergerak bersama dapat mengubah wajah lingkungan.

Satu penelitian mungkin hanya melahirkan satu solusi. Namun ketika ilmu dipertemukan dengan kebijakan dan pengabdian kepada masyarakat, solusi itu dapat berkembang menjadi gerakan.

Di situlah makna penting kerja sama IAIN Bone dan DLH.Saling memberi manfaat. Saling mendukung. Menguatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menguatkan pengelolaan lingkungan hidup.

Dari kampus untuk masyarakat.Dari kepedulian hari ini untuk kehidupan generasi yang akan datang.Sebab manusia boleh memiliki ilmu setinggi langit, tetapi tanpa alam yang sehat, kehidupan akan kehilangan pijakannya.

Hablum minallah. Hablum minannas. Hablum minal alam.

Merawat hubungan dengan Tuhan, menjaga hubungan dengan manusia, dan menghormati alam sebagai bagian dari amanah kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *