LEPASNEWS.COM BONE- Kepulan asap hitam tiba-tiba membubung dari kawasan Pondok Tahfidz Tilawah Raudhatul Quran Yayasan Darul Arqam Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (16/8/2026) siang.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 Wita itu sontak membuat suasana di Kompleks Pasar Tradisional Palakka, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, berubah mencekam.
Sejumlah santri yang berada di dalam pondok disebut berhamburan keluar setelah asap tebal memenuhi bangunan. Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah para santri melaksanakan salat Zuhur berjamaah.
Salah seorang warga, Rafli, mengaku melihat para santri berlari menyelamatkan diri dari dalam pondok.
“Tadi saya lihat anak-anak santri berlarian keluar saat kebakaran karena dipenuhi asap hitam dari dalam. Belum diketahui penyebab kebakaran,” ujar Rafli.
Kepanikan warga semakin terasa lantaran pondok tahfidz tersebut berada di kawasan kompleks pasar tradisional yang cukup ramai. Warga khawatir kobaran api menjalar dan menyambar bangunan lain di sekitarnya.
Laporan kebakaran kemudian diterima petugas pemadam kebakaran. Sebanyak lima armada Damkar Bone bersama puluhan personel dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Petugas langsung berjibaku melawan kobaran api. Selain memadamkan api, petugas juga berupaya keras mengisolasi titik kebakaran agar tidak merembet ke bangunan yang berada di sekitar pondok.
Kepala Bidang Pencegahan Damkar Bone, Ir. Akbar, mengatakan api berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pemadaman sekitar 30 menit.
“Setelah kurang lebih 30 menit berjibaku, api akhirnya berhasil kami padamkan sebelum berpindah ke bangunan di sebelahnya,” kata Akbar saat ditemui di lokasi.
Beruntung, insiden tersebut tidak menelan korban jiwa. Namun, kebakaran menghanguskan sejumlah barang milik para santri, termasuk perlengkapan ibadah yang berada di dalam pondok.
Akbar menyebut penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber api, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Untuk kerugian materil kami juga masih melakukan pendataan,” tambahnya.
Pasca-api dipadamkan, petugas tetap melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Garis polisi dipasang untuk menjaga tempat kejadian perkara sekaligus memberi ruang bagi aparat melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kebakaran itu meninggalkan kepiluan bagi para santri. Di tengah upaya menyelamatkan diri dari kepungan asap dan kobaran api, sejumlah perlengkapan belajar serta perlengkapan ibadah mereka harus ikut menjadi korban amukan si jago merah.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian material masih menunggu hasil penyelidikan serta pendataan dari pihak terkait. (*)













